Jorjoran! Sariaatmadja Borong 18% Saham RS Kedoya Rp 288 M

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 September 2021 16:24
Eddy Sariaatmadja (Foto: Forbes)

Jakarta, CNBC IndonesiaTerungkap sudah harga akuisisi 18% saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) oleh Grup Emtek milik Keluarga Sariaatmadja lewat PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).

Sebelumnya keluarga pengusaha yang dipimpin Eddy Kusnadi Sariaatmadja ini berkomitmen membeli hingga 66% saham pengelola RS Grha Kedoya ini.

Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Emtek melalui SAME yang mengelola Omni Hospitals ini membeli 167.340.000 saham atau 18% saham RSGK di harga Rp 1.720/saham pada pembelian tahap kedua ini.


Dengan demikian, pada pembelian kedua ini nilainya setara dengan Rp 287,82 miliar.

"Harga pembelian di Rp 1.720, tanggal transaksi 9 September 2021, status kepemilikan saham langsung," kata Jusup Halimi, Presdir SAME dan Armen Antonius Djan, Direktur SAME, dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (13/9/2021).

Sebelumnya SAME sudah memegang 4.511.000 saham atau 0,49% saham SRGK sehingga dengan pembelian itu maka porsi sahamnya menjadi 171.851.000 saham atau 18,49%.

Pada keterbukaan informasi 8 September lalu, saat yang sama dengan pencatatan perdana saham RSGK, Grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Grup Emtek menegaskan akan mengakuisisi mayoritas atau sebanyak 66% saham RSGK.

Sekretaris Perusahaan SAME Rahmiyati Yahya mengatakan perseroan sedang bernegosiasi untuk mengakuisisi saham terbesar Kedoya Adyaraya tersebut.

"Kami sedang merencanakan dan dalam tahap negosiasi untuk membeli mayoritas saham atau 66% saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam RSGK," katanya.

"Kami juga dalam negosiasi mengambilalih pengendalian atas RSGK dengan beberapa syarat pendahuluan yang harus dipenuhi terlebih dahulu," jelasnya.

Dia menegaskan, tujuan dari rencana akuisisi ini adalah untuk memperluas pelayanan kesehatan SAME di Indonesia. Rencana akuisisi ini akan memperluas kegiatan usaha SAME dalam bidang pelayanan kesehatan dengan membangun dan mengelola rumah sakit di Indonesia.

Manajemen SAME menegaskan RSGK tidak memiliki hubungan afiliasi sebagaimana termaktub dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Prospektus Kedoya AdyarayaFoto: Prospektus Kedoya Adyaraya
Prospektus Kedoya Adyaraya

Pengumuman negosiasi pembelian ini terjadi bersamaan dengan tanggal pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) RSGK pada Rabu (8/9/2021).

Mengacu prospektusnya, harga penawaran saham RSGK adalah senilai Rp 1.720/saham dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 1.859.400 lot saham (185.940.000 saham) sehingga perseroan meraih dana mencapai Rp 319,82 miliar.

Jika mengacu pada prospektus, total jumlah saham yang beredar RSGK setelah IPO mencapai 929.675.000 saham, terbagi atas PT Medikatama Sejahtera 40% (371.870.000), PT Bestama Medikacenter Investama (BMI) 22% (204.525.000), PT United Gramedo (UG) 18% (167.340.000), dan publik sebanyak 20% (185.940.000).

Dengan asumsi 60% saham yang akan diambil oleh Grup Emtek lewat Omni Hospitals, maka Emtek akan membeli sebanyak 557.805.000 saham.

Sebelumnya di tahun lalu, Emtek sudah mencaplok 71,88% saham SAME pada 30 November 2020 di mana Grup Emtek membeli 4,24 miliar saham SAME dengan harga Rp 137 per saham, sehingga Emtek menggelontorkan dana Rp 581,01 miliar.

Setelah SAME dibeli, dilakukan konsolidasi bisnis rumah sakit dengan langkah SAME mengakuisisi lagi 99,99% saham PT Elang Medika Corpora (EMC), pengelola rumah sakit EMC, yang dimiliki Emtek, guna mensinergikan bisnis ini dalam satu grup.

Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, dengan harga pembelian senilai Rp 1,35 triliun," ungkap manajemen SAME, dalam keterbukaan informasi, Jumat (7/5/2021).

Di sisi lain, Kedoya Adyaraya adalah perusahaan pengelola rumah sakit yang dikendalikan oleh Hungkang Sutedja, anak dari taipan The Ning King.

Prospektus PT Kedoya Adyaraya TbkFoto: Prospektus PT Kedoya Adyaraya Tbk
Prospektus PT Kedoya Adyaraya Tbk

Pemegang saham pengendali perseroan saat ini adalah Medikatama. Pihak yang merupakan pemilik manfaat dari perseroan (ultimate beneficial owner) adalah Hungkang Sutedja anak The Ning King taipan Indonesia yang punya banyak perusahaan yang berkutat di sektor tekstil, industri baja, properti, pertambangan, energi, dan pertanian di bawah bendera Agro Manunggal.

The Ning King juga masuk 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2017 versi Forbes dengan kekayaan bersih US$ 450 juta atau setara Rp 6,5 triliun.

Selain itu Hungkang Sutedja sendiri menjabat sebagai Komisaris Utama Kedoya Adyaraya dan juga secara paralel merupakan juga Direktur Utama PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Dibeli Keluarga Sariaatmadja, Saham RS Kedoya Ambles


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading