Terungkap! Si Penjual 18% Saham RS Kedoya ke Sariaatmadja

Market - Putra, CNBC Indonesia
14 September 2021 14:20
Eddy Sariaatmadja (Foto: Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Grup Emtek lewat sayap bisnis rumah sakitnya yaitu Omni Hospitals atau PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) baru saja memborong 18% saham emiten rumah sakit, RS Grha Kedoya, atau PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK).

Hal tersebut pun dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen melalui surat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/9/2021).

Berdasarkan BEI, SAME yang dikendalikan Emtek milik keluarga taipan Eddy Kusnadi Sariaatmadja ini membeli 167.340.000 saham atau setara dengan 18% saham RSGK di harga Rp 1.720/unit atau setara dengan harga saat penawaran perdana (IPO). Dengan begitu total nilai transaksinya mencapai lebih dari Rp 285 miliar.


Sebelumnya SAME sudah memegang saham RSGK sebanyak 4.511.000 atau setara dengan 0,49% dari total saham beredar. Namun dengan adanya pembelian kedua tersebut total kepemilikan saham SAME di RSGK sebanyak 171.851.000 atau setara dengan 18,49%.

Hal yang menarik untuk ditelusuri di sini adalah dari siapa penjual saham sebanyak itu?

Jika mengacu pada prospektus RSGK saat IPO, komposisi pemegang saham sebelum IPO adalah Medikatama menguasai 50% saham, kemudian ada Bestama Medikacenter (BMI) yang memiliki 27,5% saham dan sisanya 22,5% ada United Gramedo (UG).

Prospektus Kedoya AdyarayaFoto: Prospektus Kedoya Adyaraya
Prospektus Kedoya Adyaraya

Namun setelah RSGK melakukan IPO dengan melepas 185,9 juta saham baru dari portepelnya atau setara dengan 20% modal ditempatkan dan disetor otomotis komposisi pemegang sahamnya pun berubah menjadi 40% dikuasai Medikatama, 22% BMI, 18% UG, dan 20% masyarakat.

Per tanggal 13 September 2021 melalui keterbukaan perusahaan dan juga tercatat di pengumuman BEI nama SAME muncul menguasai 18,49% saham.

Menariknya nama UG tidak keluar sebagai pemegang saham di atas 5% dan BMI yang tadinya menguasai 22% kini hanya memiliki 8,87% saja atau setara dengan 82.469.460 saham.

Ini berarti pembelian saham RSGK oleh SAME kemungkinan dilakukan dari BMI dan atau UG.

Mengacu pada prospektus RSGK, BMI adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia yang didirikan dengan nama PT Bestama Medikacenter Investama, yang berkedudukan di Jakarta Pusat, berdasarkan Akta Pendirian BMI No. 35, tanggal 19 Maret 2014.

Cakupan kegiatan usaha BMI antara lain aktivitas rumah sakit swasta, poliklinik swasta, rumah sakit lainnya dan pelayanan penunjang kesehatan.

BMI dimiliki oleh keluarga Munanto dengan Hendra Munanto sebagai salah satu direktur di RSGK memiliki saham BMI sebanyak 22,45%. Di BMI Hendra Munanto berperan sebagai komisaris.

Sementara itu untuk UG perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia yang didirikan dengan nama PT United Gramedo, yang berkedudukan di Jakarta Barat, berdasarkan Akta Pendirian UG No. 85, tanggal 8 Agustus 2008 dengan cakupan kegiatan usaha perdagangan besar atas dasar balas (fee) atau kontrak.

Sebagai informasi, pemilik saham UG sendiri ada 64 entitas. Satu entitas usaha yakni PT Sinar Semesta Medikatama yang mengusai 15,34% saham UG dan 63 sisanya dimiliki oleh individu yang mayoritas menyandang status dokter dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5%.

Pemegang saham UG/prospektus RSGKFoto: Pemegang saham UG/prospektus RSGK
Pemegang saham UG/prospektus RSGK
Pemegang saham UG/prospektus RSGK/2Foto: Pemegang saham UG/prospektus RSGK/2
Pemegang saham UG/prospektus RSGK/2


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading