SIDO Muncul Agresif, Ada Lonjakan Demand Produk Kesehatan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
09 September 2021 12:05
jamu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 15% sepanjang tahun ini. Meski angka ini cukup moderat, tapi perusahaan lebih optimis mengenai target kinerja di tahun ini mengingat kondisi pandemi yang lebih baik dibanding tahun depan.

Direktur Sido Muncul Leonard mengatakan meski target di tahun ini tak jauh berbeda dengan capaian perusahaan di tahun lalu, perusahaan berharap kinerja di tahun ini bisa lebih tinggi dibanding target yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Guidance baru untuk laba 15% ini sangat mudah di atas karena di Juni sudah di atas 21% dan di kuartal tiga walaupun belum tutup buku kita lihat lonjakan sangat tinggi atas produk kesehatan," kata Leonard dalam dalam public expose live virtual, Kamis (9/9/2021).


Menurut dia, penjualan melalui channel elektronik tahun ini mengalami lonjakan hingga 20% di tahun ini. Hal ini menjadi katalis positif pertumbuhan kinerja perusahaan, di samping juga pada 2021 terjadi peningkatan permintaan terhadap produk kesehatan herbal.

Selain itu, penjualan ekspor juga menjadi faktor pendorong lainnya di tahun ini. Beberapa negara yang saat ini menjadi tujuan ekspor seperti Nigeria, Malaysia dan Filipina dinilai masih cukup baik.

Diakuinya saat ini perusahaan masih berhati-hati dalam membidik pasar ekspor mengingat masih tingginya ketidakpastian yang disebabkan karena Covid-19 sehingga ekspansi pasar ekspor menjadi tertunda di tahun ini.

Namun, tahun depan perusahaan akan kembali mulai masuk ke pasar ekspor dan membidik negara seperti Vietnam, Myanmar dan negara-negara di Afrika.

Lebih lanjut, mengenai investasi, Leonard menjelaskan bahwa tahun ini biaya belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan senilai Rp 135 miliar. Namun dana ini baru terserap 30% hingga akhir Juni lalu.

Untuk diketahui, hingga 2021 perusahaan membukukan laba Rp 502 miliar, tumbuh 21,32% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 413,79 miliar.

Sedangkan penjualan tumbuh 13,36% menjadi Rp 1,65 triliun dari sebelumnya senilai Rp 1,46 triliun di akhir Juni tahun sebelumnya.

Kontributor utama penjualan ini adalah segmen penjualan jamu herbal dan suplemen sebesar 64,14% atau Rp 1,06 triliun. Lalu segmen segmen makanan dan farmasi berkontribusi hingga Rp 526,24 miliar.

Terakhir adalah segmen farmasi yang berkontribusi Rp 67,10 miliar pada penjualan perusahaan semester I tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Maaf Mba Wulan, Harga Saham LUCY Sudah di Bawah Gocap Nih!


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading