Properti Mulai Bangkit, BSD Alokasikan Rp 2,5 T untuk Capex

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
07 September 2021 14:40
Kembangkan Kota Pintar Terpadu, Sinar Mas Land Kerja Sama dengan Microsoft

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalokasikan belanja modal sampai dengan Rp 2,5 triliun pada tahun ini.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya menyatakan sampai paruh pertama tahun ini realisasi belanja modal yang sudah terserap sebesar Rp 1,2 triliun.

Pada tahun ini, perseroan tetap hati-hati dan cukup selektif dalam penggunaan belanja modal. Fokus belanja masih akan ditujukan pada sektor yang strategis seperti pembebasan lahan tol, pembebasan lahan area perumahan, dan penyelesaian proyek perkantoran yang dikerjakan anak usaha.


"Tahun ini bisa Rp 2 triliun sampai Rp 2,5 triliun belanja modal," katanya, dalam paparan publik secara virtual, Selasa (7/9/2021).

Pada kesempatan sama, Corporate Secretary & Head of Investor Relations BSDE, Christy Grassela, menargetkan kinerja perseroan di tahun ini akan membaik.

BSDE menargetkan pra penjualan akan mencapai Rp 7 triliun pada tahun 2021 dengan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan single digit.

Christy melanjutkan, saat ini kontribusi penjualan terbesar BSDE masih dikontribusi dari penjualan rumah tapak. Penjualan ini menyokong pertumbuhan pendapatan BSDE di tengah lesunya penerimaan recurring income dari mall dan perkantoran karena pembasatan kegiatan masyarakat selama PPKM.

"Ruang sewa mall dan perkantora masih terdampak keputusan yang ditetapkan PSSB dan PPKM, tapi kami bisa mengimbangi dengan porisi penjualan tanah dan bangunan, dominasi 75-80% dari total pendapatan kami," ujarnya.

BSDE, kata dia akan terus fokus menyediakan hunian rumah tapak dengan harga yang bervariasi mulai yang terendah di bawah Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar. "Rumah tapak masih jadi fokus kami dalam 10 tahun ini, tahun ini dan tahun depan," katanya.

Sebagai informasi, pada semester pertama tahun ini, BSDE membukukan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 680 miliar pada semester pertama tahun ini, berkebalikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang merugi Rp 192,68 miliar.

Sampai dengan 30 Juni 2021, emiten properti Grup Sinarmas ini mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 39% menjadi senilai Rp 3,25 triliun dari sebelumnya Rp2,33 triliun.

Rinciannya, kontribusi pendapatan terbesar BSDE masih disokong penjualan tanah dan bangunan senilai Rp 2,57 triliun, membaik dari tahun sebelumnya Rp 1,74 triliun. Sementara itu, pendapatan di segmen hotel dan arena rekreasi dan bisnis sewa masih tertekan seiring dengan pandemi Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading