BSDE Raih Marketing Sales Rp 4,7 T, 61% Target Tercapai

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
04 August 2022 09:10
Dok.bsdcity-development Foto: Dok.bsdcity-development

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) selama semester I-2022 meraih pra-penjualan (marketing sales) atau setara Rp 4,7 triliun. Ini setara sekitar 61% dari target tahun ini sebesar Rp 7,7 triliun.

Hermawan Wijaya, Direktur BSDE menjelaskan, kinerja penjualan ditopang oleh penjualan produk residensial. Produk tersebut dalam enam bulan pertama 2022 membukukan angka prapenjualan sebesar Rp 3 triliun.

"Pencapaian residensial kontribusi 64% terhadap total marketing sales BSDE sepanjang enam bulan pertama, dengan produk-produk residensial yang diminati pembeli terutama di BSD City," jelas Hermawan dalam keterangan resmi, Kamis (4/8/2022).



Di luar BSD City, ada beberapa produk di kawasan Jabodetabek lainnya yang mampu menarik minat pembeli dan dijual antara lain Grand Wisata dan Kota Wisata. Produk lainnya turut memberikan kontribusi positif, yaitu produk komersial termasuk kavling komersial, strata title (apartemen) dan ruko mencapai Rp1,4 triliun atau mewakili kontribusi 31% terhadap total prapenjualan.

Penjualan tersebut terdiri dari Rp541 miliar dari kavling komersial yang dijual sebagian besar di BSD City, Rp 316 miliar dalam strata title (apartemen/kondominium) dan Rp 570 miliar dari pertokoan, ruko/ rukan.

Selain itu, pada Semester I - 2022 ini tercatat penjualan tanah joint venture senilai Rp 275 miliar atau setara dengan 6% dari total marketing sales.

Namun, dari sisi kinerja keuangan, perfoma BSDE kurang apik. Keuntungannya turun meski pendapatannya naik.


Berdasarkan laporan keuangan, Kamis (28/7/2022), emiten properti milik Grup Sinar Mas ini membukukan pendapatan Rp 3,83 triliun semester pertama 2022. Angka ini naik 17,85% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 3,25 triliun.

Beban pokok tercatat Rp 1,46 triliun, lompat 37,37% secara tahunan dari sebelumnya Rp 1,06 triliun. Laba kotor tercatat Rp 2,37 triliun.

Akan tetapi, kenaikan beban pokok yang cukup signifikan membuat pertumbuhan laba kotor jadi terbatas. Kenaikan laba kotor semester pertama tahun ini hanya sekitar 8,7% secara tahunan dari sebelumnya Rp 2,19 triliun.

Beban penjualan juga naik 48,05% secara tahunan menjadi Rp 607,45 miliar. Sedang beban umum dan administrasi naik 11,13% secara tahunan menjadi Rp 609,09 miliar.

Ditambah dengan kenaikan pajak final menjadi Rp 136,83 miliar dari sebelumnya Rp 106,89 miliar menjadi Rp 136,83 miliar, maka laba usaha BSDE tercatat Rp 1,02 triliun. perolehan ini turun 9,19% secara tahunan dari sebelumnya Rp 1,12 triliun.

Kenaikan beban dan sejumlah pos keuangan lain tak mampu dikompensasi oleh keuntungan selisih kurs. Pada pos keuangan ini, BSDE mencatat laba selisih kurs Rp 106,01 miliar dari sebelumnya rugi Rp 18,06 miliar.

Alhasil, BSDE membukukan laba bersih Rp 463,64 miliar. Angka ini turun 31,91% secara tahunan dari sebelumnya Rp 680 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alasan BSDE Tahan Dividen Saat Anak Usaha Tebar Dividen


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading