Cek! Ada 9 Calon Emiten Baru Bidik Dana IPO Rp 2,4 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 September 2021 09:15
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah calon emiten ramai melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada September ini. Tercatat, ada sembilan calon emiten yang bakal melantai di BEI pada awal September dengan target perolehan dana IPO sebesar Rp 2,4 triliun.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan, sembilan perusahaan yang bakal melangsungkan IPO tersebut antara lain, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) dengan perolehan dana IPO Rp 49,98 miliar, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) milik Grup Humpuss senilai Rp 240 miliar, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) Rp 40,5 miliar, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) 29,99 miliar.

Selanjutnya, PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) dengan perolehan dana IPO sebesar Rp 29,74 miliar. PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) Rp 50,11 miliar, Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) senilai Rp 319,81 miliar. Lalu, perusahaan semen Merah Putih, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) Rp 1,16 triliun dan PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) Rp 504,89 miliar.


Perusahaan yang bergerak di bisnis teknologi informasi misalnya, PT Global Sukses Solusi Tbk sudah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Selasa lalu (31/8/2021) telah memberikan pernyataan efektif kepada perusahaan.

RUNS akan melangsungkan penawran umum pada 2-6 September dengan harga penawaran umum Rp 254 per saham. Dengan melepas sebanyak 786.757.875 saham, RUNS akan meraih total dana dari IPO sebesar Rp49,987 miliar.

Direktur Utama PT Global Sukses Solusi Tbk Sony Rachmadi Purnomo mengungkapkan, sebagai perusahaan dalam industri yang sedang berkembang, PT Global Sukses Solusi Tbk membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit jumlahnya untuk mengembangkan usaha.

"Pasar modal adalah lembaga finansial yang tepat dalam mewadahi perusahaan perusahaan startup dalam mencari pendanaan, dengan biaya yang jauh lebih murah daripada pinjaman bank," ungkapnya.

Sementara itu, perusahaan produsen semen merek Merah Putih, PT Cemindo Gemilang akan menawarkan saham perdana di harga Rp 680/saham. Perusahaan akan melepas 1.718.800.000 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan demikian akan mendapatkan dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 1,16 triliun atau berpotensi menjadi penghimpunan terbesar pada September ini.

Berdasarkan prospektus ringkas yang disampaikan perusahaan, perusahaan telah mendapatkan ijin efektif pada 31 Agustus 2021 lalu, sehingga masa penawaran umum akan dilaksanakan mulai Kamis (2/9/2021) hingga Senin (6/9/2021) mendatang.

Tanggal penjatahan juga akan dilakukan pada 6 September. Pencatatan saham di BEI akan dilakukan pada 8 September 2021.

Dana hasil penawaran umum ini oleh perusahaan sebagian besar akan digunakan untuk melakukan pembayaran utang dengan porsi 58% untuk membayar utang usaha, utang lain-lain dan pembayaran uang muka dari pelanggan yang merupakan deposit dari Aastar atas pembelian produk.

Lalu, 17% untuk pembayaran atas sebagian pokok utang dari pinjaman sindikasi. Selanjutnya 11% untuk pembayaran sebagian utang kepada Sinoma International Engineering Co., Ltd. Selanjutnya, sebesar 8% akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Terakhir 6% akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Sinoma Engineering Indonesia.

Sebelum ditawarkan ke publik, saat ini pemegang saham Cemindo ialah WH Investments Pte. Ltd., yang menggenggam 14,96 miliar atau 97,12% saham perusahaan dan PT Gama Group, yang menguasai 443,80 juta atau setara dengan 2,88%.

WH Investments Pte. Ltd. merupakan perusahaan holding yang didirikan di Singapura yang sebagian besar kepemilikannya dikuasai oleh salah satu orang paling kaya di Indonesia, pengusaha perkebunan sawit, Martua Sitorus. Selain itu Martua yang juga punya perusahaan sawit Grup Wilmar ini juga menjabat sebagai managing director di perusahaan investasi tersebut.

Selanjutnya, perusahaan yang juga bakal melantai di bursa September ini adalah anak perusahaan distribusi gas alam cari (liquefied natural gas/LNG) milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT GTS Internasional (GTSI).

GTSI melepas sebanyak 2,4 miliar saham baru atau setara dengan 17,6% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor. Berdasarkan hasil bookbuilding, perusahaan menetapkan harga penawaran umum Rp 100 per saham, sehingga perusahaan bakal meraih dana IPO sebesar Rp 240 miliar.

Direktur GTS Internasional Dandun Widodo mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk memenuhi pendanaan pembangunan kapal dan injeksi modal dari partner bisnis perusahaan dalam bentuk investasi jangka panjang.

"Pembangunan kapal untuk permanent FSRU di Amurang itu diperkirakan sekitar US$ 55 juta. Salah satu proceed yang kita dapatkan adalah untuk membantu pembangunan itu dari sisi equity," kata Dandun dalam konferensi pers penawaran umum saham, Kamis (19/8/2021).

Kemudian 20% atau US$ 6 juta untuk modal kerja perseroan seperti operasional perusahaan yang meliputi antara lain cadangan docking, membangun war room sistem akuntansi dan keuangan, shipping monitoring online system.

Lalu 16% atau US$ 4,8 juta untuk penyertaan modal kepada Anoa sehingga diharapkan bisa memperkuat struktur permodalan dan modal kerja anak usahanya ini.

Masa penawaran umum berlangsung pada 2 - 6 September 2021 dan penjatahan pada 6 September. Kemudian akan dilakukan penjatahan saham dan distribusi secara elektronik pada 7 September dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 September 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading