InvesTime

Biar Gak Kejebak, Ini Jurus Kunci Baca Prospektus IPO Emiten

Investment - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
02 September 2021 15:47
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Munculnya sejumlah calon emiten baru yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang September 2021 membuat saham-saham yang mencatatkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tersebut menjadi incaran banyak investor karena mengharapkan return yang tinggi.

Nah, sebelum membeli saham IPO, investor biasanya akan disuguhkan oleh data prospektus yang berisi soal seluk beluk si perusahaan yang akan IPO, mulai dari informasi detail saham yang dijual, persentase, penggunaan dana IPO, latar belakang perusahaan, kinerja keuangan, rasio keuangan, pemegang saham, hingga tantangan dan outlook bisnis.

Salah satu jurus agar dapat membeli saham IPO yang berpeluang mengalami kenaikan dan bisa memberikan cuan adalah dengan membaca prospektus IPO emiten-emiten tersebut.


"Kalau membaca prospektus, paling penting diperhatikan adalah terkait dengan laporan keuangannya, walaupun biasanya laporan keuangannya cukup terbatas, rata-rata history hanya 2-3 tahun," kata Mino, analis PT Indo Premier Sekuritas, dalam program Investime CNBC Indonesia pada Selasa (31/8/2021).

Meski diakui prospektus agak sulit untuk dibaca, tetapi Mino mengatakan ada beberapa hal yang dapat diperhatikan investor sebelum memutuskan membeli saham IPO.

"Memang itu agak susah, tetapi yang perlu diperhatikan hal mudahnya adalah apakah pendapatan atau laba bersih dari, misal, perseroan itu terus bertumbuh. Itu salah satu indikator yang paling perlu diperhatikan untuk divisi laporan keuangannya," paparnya.

Mino juga menambahkan jika investor juga harus paham beberapa 'jurus' sebelum membeli saham IPO.

"Untuk memperoleh saham seperti itu [yang high return], tentunya investor harus mengenali dulu karakteristik saham-saham IPO yang selama ini selalu mencatatkan kenaikan signifikan di awal-awal IPO," ujarnya.

Mino menyarankan investor untuk melihat dan memperhatikan ciri-ciri saham IPO yang akan dibeli. Hal pertama adalah memperhatikan kemungkinan potensi saham IPO naik cukup tinggi di awal. Ini adalah salah satu ciri yang paling signifikan terkait jumlah saham yang di-IPO-kan.

"Jadi kalau semakin sedikit jumlah saham yang di-IPO-kan, semakin cenderung memiliki kenaikan yang cukup signifikan dan bahkan biasanya bertahan cukup lama," katanya.

"Selain itu, untuk saham-saham seperti itu biasanya nanti akan diikuti oleh aksi korporasi yang lain. Jadi di awal itu hanya semacam strategi IPO jadi hanya semacam langkah formal untuk melakukan langkah selanjutnya. Ini biasanya diikuti oleh kenaikan yang cukup signifikan," tambahnya.

Mino juga menambahkan investor harus melihat dari jenis perusahaan. Menurutnya, saham-saham yang IPO dan mengalami kenaikan yang cukup signifikan selama ini bukan datang dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Saham BUMN jarang sekali mengalami kenaikan yang cukup signifikan di awal-awal IPO," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading