InvesTime

Cuan Trading Jangka Pendek di Saham IPO, Bisa Gak?

Investment - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
02 September 2021 12:49
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para investor kini berbondong-bondong mengincar saham-saham yang baru mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tujuan mengharapkan return yang tinggi dalam jangka pendek dan jangka panjang karena masuk di harga awal.

Setidaknya Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 10 calon emiten yang siap melantai di bursa saham sepanjang September 2021.


Namun, apakah bisa mendapatkan cuan jika investor hanya ingin trading jangka pendek?

Jawabannya bisa. Analis PT Indo Premier Sekuritas, Mino, mengatakan hal ini yang malah menjadi tujuan utama para investor dalam membeli saham-saham IPO.

"Ini justru biasanya menjadi tujuan utama ketika kita beli saham IPO [incar jangka pendek]," kata Mino dalam program Investime CNBC Indonesia pada Selasa (31/8/2021).

Investor dapat memanfaatkan saham IPO yang berpotensi naik cukup tinggi untuk trading jangka pendek dengan melakukan proses pembelian di awal-awal alias harga perdana.

"Ikut proses bookbuilding [proses pembelian saham di awal sekali, pembentukan harga]. Ketika sudah listing [tercatat di papan perdagangan] di market dan harganya naik, kita bisa melakukan take profit. Tapi proses ini kadang-kadang beruntung tidak beruntung ya," ujarnya.

Mino menjelaskan sebelum ada perubahan aturan, batas auto reject atas (ARA) untuk saham IPO di hari pertama sekitar dua kali auto reject normal. Sementara jika batas auto reject 35%, di hari pertama bisa mencapai 75%.

"Tapi saat ini aturannya sudah berubah, jadi sesuai dengan peraturan-peraturan di saham pasar reguler," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading