Analisis Teknikal

Pasang Sabuk Pengaman, IHSG Berpotensi Melesat Kencang!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 August 2021 09:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mencatat penguatan 0,18% ke 6.041,366, sekaligus mengakhiri kemerosotan dalam 2 pekan sebelumnya. Dalam sepekan, investor asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 111 miliar.

Perkembangan isu tapering menjadi penggerak utama pasar finansial dalam negeri dalam sepekan, dan membuka peluang IHSG melesat hari ini, Senin (30/8/2021).

Tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) oleh bank sentral AS (The Fed) di tahun ini bukan sekedar isu. The Fed sendiri yang mengindikasikan hal tersebut dari rilis risalah rapat kebijakan moneter edisi Juli.


Dalam risalah tersebut, mayoritas anggota pembuat kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) The Fed melihat kemungkinan tapering dilakukan di tahun ini. Selain itu pejabat elit The Fed yang juga anggota FOMC sudah dengan gamblang menyatakan keinginannya untuk melakukan tapering di tahun ini.

Tetapi pelaku pasar juga menanti pernyataan dari ketua The Fed, Jerome Powell, di simposium Jackson Hole Jumat malam lalu.

Simposium Jackson Hole di AS pada hari Jumat pun menjadi perhatian pelaku pasar, sebab ketua The Fed, Jerome Powell, diperkirakan akan memberikan detail kapan dan bagaimana tapering akan dilakukan.

Benar saja, Powell memberikan petunjuk yang tentunya berdampak pada pasar finansial Indonesia di pekan depan.

Powell sepakat dengan mayoritas koleganya jika tapering "akan tepat dilakukan di tahun ini.

Meski demikian, pasar saham AS (Wall Street) justru menguat merespon penyataan tersebut, yang berarti direspon positif oleh pelaku pasar, yang bisa berdampak pada penguatan IHSG hari ini.

Artinya, langkah The Fed untuk terus mengkomunikasikan tapering dengan pasar efektif meredam gejolak yang mungkin terjadi seperti di tahun 2013, atau yang dikenal dengan istilah taper tantrum.

Selain itu, The Fed juga menyatakan saat tapering selesai artinya sudah tidak ada lagi QE, hal tersebut bukan berarti langkah The Fed selanjutnya akan menaikkan suku bunga.

"Waktu mengurangi pembelian aset tidak berarti menjadi pertanda waktu kenaikan suku bunga. Keduanya merupakan hal yang berbesar secara substansial," kata Powell dalam pertemuan Jackson Hole.

Selain itu, pelaku pasar juga akan menanti apakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan kembali dilonggarkan pada hari ini, melihat penambahan kasus penyakit akibat virus corona sudah menunjukkan penurunan yang signifikan.

Secara teknikal, IHSG kini berada sedikit di bawah rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50) di kisaran 6.060 hingga 6.070.

jkseFoto: Refinitiv
jkse

Jika kembali ke atas MA 50, IHSG berpeluang naik lagi. IHSG masih didukung pola pola White Marubozu. Suatu candle stick dikatakan membentuk pola White Marubozu ketika harga open sama dengan low dan close sama dengan high.

White Marubozu merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat, secara psikologis menunjukkan aksi beli mendominasi pasar.

Resisten terdekat berada di kisaran 6.115, jika ditembus IHSG berpeluang menguat ke 6.150, sebelum menuju 6.180.

Sementara jika tertahan di bawah MA 50, IHSG berisiko merosot ke 6.020 hingga level psikologis 6.000. Area tersebut ada MA 100 dan MA 200) yang akan menjadi support kuat.
IHSG akan longsor jika menembus support tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

The Fed Mau Main Agresif, tapi Taper Tantrum Tak Akan Horor!


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading