Wah Grup Sinarmas Mau Caplok DANA, Beneran nih?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 August 2021 12:47
CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari

Jakarta, CNBC Indonesia - Grup Sinarmas dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan dompet digital DANA dari Grup Emtek.

Seperti diketahui DANA didirikan pada 2018, investor utamanya yakni PT Elang Sejahtera Mandiri dengan kepemilikan 49%. Elang Sejahtera Mandiri adalah anak usaha dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), induk Grup Emtek. Sementara, sisanya, 45% dimiliki oleh Ant Financial melalui API Investment Limited.

Kabar mengenai rencana akuisisi ini mengemuka setelah Deal Street Asia menyebut, Sinar Mas Group sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi dompet digital lokal DANA menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut.


Sumber itu menuliskan, bila akuisisi ini terwujud, Grup Sinarmas akan bermitra dengan Ant Financial untuk bisnis DANA.

Ant Financial merupakan salah sau unicorn asal Tiongkok yang dikenal Alipay, pemain terbesar di pasar pembayaran digital di negaranya.

Selain berinvestasi di DANA, Ant Financial juga menggenggam kepemilikan 13,05% saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Bukalapak adalah e-commerce pertama yang baru saja tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat lalu (6/8) dengan raihan dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) terbesar dalam sejarah BEI yakni Rp 22 triliun. BUKA yang juga ditopang Emtek menawarkan saham perdana di Rp 850/saham.

Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto, saat dikonfirmasi, menolak memberikan jawaban lebih rinci mengenai rencana Grup Sinarmas mengembangkan bisnis dompet digital di tanah air.

"Kami tidak dalam posisi menjawab," katanya, kepada CNBC Indonesia, Senin (9/8/2021).

Saat ini, juga belum diketahui, entitas Grup Sinarmas yang akan menaungi rencana aksi korporasi ini.

Catatan CNBC Indonesia, saat ini Sinarmas sudah memperoleh lisensi uang elektronik melalui Simas Pay yang dikelola PT Bank Sinarmas. Ini adalah lisensi uang elektronik kedua yang didapat setelah sebelumnya PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mendapat perizinan untuk produk Uangku.

Berdasarkan data Neurosensum dalam riset yang dilakukan pada 3 bulan (November 2020 - Januari 2021), tercatat saat ini ShopeePay masih mendapatkan penetrasi pasar tertinggi (68%), diikuti oleh OVO (62%), DANA (54%), GoPay (53%), dan LinkAja (23%).

Riset itu dilakukan terhadap penggunaan e-wallet sebagai medium transaksi digital kepada 1.000 responden pengguna aktif e-commerce berusia produktif (19-45 tahun) secara serentak di 8 kota besar di Indonesia, yaitu kawasan Jabodetabek, kota-kota besar di pulau Jawa, serta kota besar lainnya di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diam-diam Emtek Tak Lagi Pengendali DANA, Siap Merger OVO?


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading