Newsletter

Dalam Cadangan Devisa yang Sehat Terdapat Rupiah yang Kuat!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
06 August 2021 06:00
Ilustrasi pecahan uang 75.000. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditutup tidak kompak pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, tetapi nilai tukar rupiah mengalami depresiasi di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Kemarin, IHSG menyelesaikan hari di posisi 6.205,41. Naik 0.75% dari hari sebelumnya,

Perdagangan berlangsung semarak dengan frekuensi mencapai 1,89 juta kali transaksi. Terdapat 28,44 miliar unit saham yang diperdagangkan dengan nilai total Rp 8,02 triliun.


Investor asing membukukan beli bersih (net buy) senilai Rp 857.47 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Ini membuat nilai beli bersih investor asing sepanjang 2021 menjadi Rp 19,04 triliun.

Saat aksi borong terjadi di pasar saham, sepertinya tidak demikian d pasar obligasi pemerintah. Imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) seri acuan tenor 10 tahun naik 1,4 basis poin (bps) menjadi 6,289%.

Yield dan harga obligasi memiliki hubungan berbanding terbalik. Saat yield naik, harga obligasi turun, menandakan terjadi tekanan jual.

Kemungkinan arus modal di pasar surat utang ini yang membuat rupiah melemah. Kala penutupan pasar spot, US$ 1 dibanderol Rp 14.340 di mana rupiah melemah 0,21%.

Putus sudah rantai penguatan rupiah yang sebelumnya terjadi selama enam hari beruntun. Dalam enam hari tersebut, apresiasi mata uang Tanah Air mencapai 1,24%.

Halaman Selanjutnya --> Data Tenaga Kerja Kinclong, Wall Street Rekor!

Data Tenaga Kerja Kinclong, Wall Street Rekor!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading