Metrodata Siap 'Suntik' Startup Bareng TLKM, Ini Jeroannya!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
04 August 2021 14:48
Dok Instagram@ metrodata_electronics, RUPST 8 Juni 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi penyedia solusi digital, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), mengumumkan untuk melakukan investasi di perusahaan rintisan (start-up), khususnya yang berada di Indonesia.

Keputusan ini datang dengan ditandatanganinya kesepakatan dalam bentuk subscription agreement dengan jumlah sebesar US$ 500.000 atau setara dengan Rp 7,25 miliar (kurs Rp 14.500/US$).

Investasi ini dilaksanakan berkat kerja sama dengan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebagai bagian dari ekosistem digital. Kedua anak perusahaan Telkom tersebut adalah Arise Fund sebagai fund entity dan Metra Digital Innovation Pte Ltd (MDI Ventures) sebagai fund manager.


Berdasarkan keterangan resmi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dana investasi tersebut akan disetorkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan investasi.

MTDL juga menyampaikan investasi tersebut sejalan dengan strategi besar perusahaan untuk terlibat secara penuh dalam transformasi digital di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan perusahaan akan melakukan investasi lebih lanjut.

Kinerja perusahaan

Langkah perusahaan ikut berinvestasi pada perusahaan rintisan memang merupakan hal menarik dan tantangan tersendiri bagi para investor yang ingin membeli saham MTDL ke depan.

Lalu apakah kantong dari perusahaan solusi data ini cukup dalam untuk menemani perusahaan rintisan berlayar melewati 'badai ketidakpastian' yang sangat mungkin mengancam pertumbuhan?

Berikut ini beberapa ikhtisar penting terkait kinerja keuangan Metrodata.

Sepanjang semester pertama tahun ini, pendapatan MTDL tumbuh 23,49% menjadi Rp 7,66 triliun dari semula sejumlah Rp 6,21 triliun. Kondisi pandemi mampu menggenjot penjualan perangkat keras dan perangkat lunak yang jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

Alhasil laba perusahaan juga ikut mengalami peningkatan sebesar 55,60% menjadi Rp 242,79 miliar dari posisi yang sama tahun sebelumnya sejumlah Rp 156,03 miliar.

Nilai aset perusahaan juga mengalami kenaikan 7,28% menjadi Rp 6,29 triliun dari posisi akhir tahun lalu di angka Rp 5,86 triliun.

Menariknya mayoritas aset yang dimiliki oleh perusahaan adalah aset lancar dengan total nilai Rp 5,67 triliun atau mencapai 90,16% aset MTDL. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang baik, dengan kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 1,68 triliun.

Ekuitas perusahaan juga tercatat mengalami pertumbuhan menjadi Rp 2,78 triliun dari semula sebesar Rp 2,45 triliun.

Pada perdagangan sesi II Rabu (4/8) pukul 13.47 di pasar modal, saham MTDL terkoreksi 3,38% ke level Rp 2.860/saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 7,02 triliun.

Dalam seminggu saham ini turun 4,03%, selama sebulan terakhir meningkat 37,02% dan sejak awal tahun telah tumbuh hingga 80,38%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading