Gainers-Losers Sesi 2

Digoreng? Saham Teknologi Milik Grup Ciputra Jadi Jawara

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
27 July 2021 17:05
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten yang bergerak di bidang perdagangan komputer dan teknologi informasi & teknologi Grup Ciputra PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dan emiten penyedia jasa penyewaan modem wifi PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) menjadi 'jawara' pada sesi II perdagangan, Selasa (27/7/2021).

Di kutub berbeda, saham emiten tambang nikel PT PAM Mineral Tbk (NICL) dan emiten barang konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terjungkal sebagai top losers.

Setelah sempat tampak 'perkasa' di awal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah 'loyo' hari ini. IHSG melemah 0,15%, meninggalkan level psikologis 6.100, ke posisi 6.097,049 pada penutupan sesi II perdagangan Selasa (27/7).


Menurut data BEI, ada 198 saham naik, 290 saham merosot dan 167 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,59 triliun dan volume perdagangan mencapai 21,41 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk Indonesia dengan catatan bersih beli asing mencapai Rp 23,71 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 22,23 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (27/7).

Top Gainers

  1. Metrodata Electronics (MTDL), saham +25,00%, ke Rp 3.200, transaksi Rp 92,8 M

  2. Yelooo Integra Datanet (YELO), +24,78%, ke Rp 282, transaksi Rp 60,6 M

  3. Budi Starch & Sweetener (BUDI), +17,46%, ke Rp 222, transaksi Rp 42,5 M

  4. Jasnita Telekomindo (JAST), +17,01%, ke Rp 172, transaksi Rp 70,1 M

  5. Kresna Graha Investama (KREN), +14,29%, ke Rp 152, transaksi Rp 44,5 M

Top Losers

  1. Polychem Indonesia (ADMG), saham -6,67%, ke Rp 224, transaksi Rp 26,1 M

  2. Multipolar (MLPL), -6,56%, ke Rp 570, transaksi Rp 119,9 M

  3. PAM Mineral (NICL), -6,25%, ke Rp 210, transaksi Rp 281,3 M

  4. Ciputra Development (CTRA), -5,38%, ke Rp 880, transaksi Rp 64,0 M

  5. Unilever Indonesia (UNVR), -4,26%, ke Rp 4.500, transaksi Rp 250,6 M

Menurut data di atas, saham MTDL melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 25,00% ke Rp 3.200/saham. Dengan ini, saham MTDL sudah mencetak reli kenaikan selama 4 hari beruntun. Alhasil, dalam sepekan saham ini melesat 37,34%, sementara dalam sebulan melejit 48,84%.

Lonjakan harga saham MTDL terjadi seiring perusahana yang baru merilis laporan keuangan (lapkeu) kuartal II 2021 yang terbilang positif. Menurut laporan MTDL yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7) ini.

Laba bersih perusahaan tercatat melesat 55,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 156,03 miliar pada triwulan kedua 2020 menjadi Rp 242,79 miliar. Sejurus dengan itu, pendapatan bersih MTDL juga tumbuh 23,45% secara yoy menjadi Rp 7,67 triliun per akhir Juni 2021.

Seperti saham MTDL, saham YELO juga menyentuh ARA 24,78% ke RP 282/saham, melanjutkan tren penguatan sejak 4 hari lalu. Alhasil, dalam sepekan saham YELO 'terbang' 95,83%.

Sementara, saham NICL ambles 6,25%, setelah kemarin stagnan di Rp 224/saham. Sebelum itu, saham ini sempat menyentuh auto rejection atas (ARB) selama 5 hari beruntun, yakni pada 16-23 Juli. ARB 'berjilid-jilid' tersebut menyusul reli kenaikan selama 5 hari berturut-turut sejak saham ini melantai di bursa pada 9 Juli lalu.

Tidak hanya itu, saham UNVR juga kembali merosot 4,26% ke Rp 4.500/saham. Dengan ini, saham UNVR sudah melemah selama 4 hari beruntun. Dalam sepekan, saham UNVR tergerus 11,33%, sementara sebulan anjlok 10,45%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading