Tiba-tiba 18 Saham Bank Mini Terbang Semua, Ada Apa nih?

Market - Putra, CNBC Indonesia
03 August 2021 16:42
A man takes pictures inside the Indonesia Stock Exchange building in Jakarta, Indonesia, September 6, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham bank-bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp 2 triliun-Rp 5 triliun) ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (3/8/2021), setelah Senin kemarin cenderung melemah.

Penguatan 18 saham bank mini ini terjadi di tengah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,56% di 6.130, dengan nilai transaksi Rp 13,35 triliun.

Berikut kinerja saham bank mini pada perdagangan hari ini, mengacu data BEI:


Tercatat seluruh saham bank mini berhasil ditutup di zona hijau bahkan 6 di antaranya berhasil terbang double digit.

Data perdagangan mencatat, PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menjadi saham perbankan mini dengan apresiasi paling kencang yakni naik 25% ke level Rp 260/unit.

Selanjutnya, PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) menjadi saham perbankan kecil dengan apresasi kedua tertinggi dengan kenaikan 22,45% ke Rp 5.400/saham. Lonjakan harga tiba-tiba ini membuat saham BBSI melejit 31,89% dalam sepekan dan terdongrak 79,15% dalam sebulan.

Kabar terbaru, bank yang disokong peer to peer lending Kredivo ini akan melakukan penerbitan saham baru dengan skema rights issue untuk yang kedua kalinya (Penawaran Umum Terbatas/PUT II).

Dalam keterbukaan informasi di BEI, manajemen BBSI diwakili oleh Presiden Direktur BBSI Laniwati Tjandra mengatakan perseroan berencana untuk melakukan PUT II dengan jumlah sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham dengan nilai nominal Rp 100/saham. Jumlah itu setara dengan 14,37% dari modal disetor perseroan.

Dana hasil rights issue ini seluruhnya akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan demi memenuhi ketentuan modal inti OJK dan sebagai tambahan modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap.

Asal tahu saja, Kredivo atau FinAccel Teknologi Indonesia saat ini mempunyai kepemilikan saham sebesar 24% sampai dengan 21 Mei 2021. FinAccel dikabarkan siap melantai di bursa Nasdaq melalui skema merger dengan perusahaan cangkak alias SPAC.

Di posisi ketiga dan keempat ada saham PT Bank Capital Tbk (BACA) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) yang menanjak masing-masing 22,69% dan 19,75%.

Saham BBYB berhasil rebound dari koreksi pada Senin (2/8) kemarin sebesar 3,57%. Sebelum melemah pada Senin, saham ini sempat melaju kencang selama 3 hari beruntun pada minggu lalu. Praktis, dalam sepekan saham BBYB melonjak 74,77%, sementara dalam sebulan 'terbang' 130,20%.

Penguatan saham BBYB sejak pekan lalu terjadi di tengah kabar perusahaan financial technology (fintech) PT Akulaku Silvrr Indonesia alias Akulaku resmi menjadi pemegang saham pengendali BBYB.

Sebelumnya, Akulaku resmi menjadi pemegang saham pengendali BBYB, setelah mendapat restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut terungkap dalam rancangan pengambilalihan Bank Neo Commerce oleh Akulaku yang dipublikasikan pada Rabu (28/7) di situs resmi BBYB.

Pengumuman ringkasan rancangan pengambilalihan ini sehubungan dengan kepemilikan Akulaku atas 1.664.157.909 saham BBYB atau sekitar 24,98% BBYB sebagai akibat dari pelaksanaan penawaran umum terbatas III (PUT III) atau rights issue.

Asal tahu saja, Akulaku pertama kali masuk di BBYB pada awal tahun 2019 dengan mengakuisisi 8,9% saham PT Bank Yudha Bhakti Tbk (nama sebelumnya dari Bank Neo Commerce) dari PT Gozco Capital pada harga Rp 338 per saham dengan nilai total Rp 158 miliar.

Sentimen positif utama yang turut mengerek kenaikan bank mini sejak beberapa lalu ialah terkait rencana akan segera dirilisnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai bank digital pada pertengahan tahun ini.

Kabar teranyar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan perkembangan mengenai Peraturan OJK baru mengenai Bank Umum masih dalam harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.

"Masih harmonisasi dengan Kemenkumham," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot kepada CNBC Indonesia, Senin (19/7).

Adapun POJK salah satunya akan mengatur mengenai pendirian bank baru, termasuk bank yang akan beroperasi penuh secara digital. Adanya peraturan ini untuk mengakomodasi perkembangan industri perbankan yang saat ini mulai beralih pada sistem digital.

Sebelumnya, para investor berspekulasi bahwa saham-saham bank mini di atas akan dicaplok oleh investor strategis dan ditransformasikan menjadi bank digital.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dibeking Kredivo-Akulaku, Begini 'Perang Tanding' BBSI-BBYB!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading