Kinerja Kuartal II-2021

Pandemi Covid-19, Maybank Indonesia Mampu Cetak Laba Rp 510 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 August 2021 19:22
Jurus Bank Maybank Dongkrak Bisnis Syariah di Era Digitalisasi(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), membukukan penurunan laba laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) sebesar Rp 510 miliar pada semester pertama 2021. Peroleha itu turun 37% dari Rp 810 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang berkelanjutan sejak kuartal pertama 2020.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, kondisi pandemi saat ini cukup memprihatinkan, di mana data Pemerintah menunjukkan telah terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di akhir kuartal kedua 2021.


"Hal ini telah berdampak pada sejumlah aktivitas masyarakat dan bisnis, termasuk sektor keuangan. Menurut pandangan kami, pemberlakuan PPKM Darurat dan akselerasi program vaksinasi oleh Pemerintah, dapat menumbuhkan kepercayaan pasar terkait pemulihan ekonomi secara bertahap," ujarnya, dalam keterangan resmi, Minggu (1/8/2021).

Taswin melanjutkan, pihaknya akan tetap disiplin dalam mengelola pertumbuhan bisnis Bank dan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang konservatif di tengah kondisi yang menantang saat ini.

Sepanjang periode 6 bulan pertama tahun ini, laba sebelum pajak (PBT) BNII tercatat sebesar Rp762 miliar, turun 28,5% dari Rp 1,1 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Perolehan laba bersih tersebut dikontribusi dari net interest income (NII), atau pendapatan bunga bersih yang turun 12,1% menjadi Rp3,5 triliun seiring dengan penurunan penyaluran kredit dan yield kredit. Hal ini sejalan dengan penurunan BI Rate dan dampak proses restrukturisasi kredit. Sedangkan, net interest margin (NIM), atau marjin bunga bersih turun 54 basis poin menjadi 4,47% pada Juni 2021, dibandingkan 5,01% pada periode yang sama tahun lalu.

Fee-based income turun 19,6% menjadi Rp 952 miliar di semester pertama 2021, akibat menurunnya pendapatan fee dari transaksi global Market, namun fee terkait Bancassurance bertumbuh 79,0% menjadi Rp 106 miliar. Turunnya pendapatan bunga kredit dan fee-based income akibat pandemi yang masih berlangsung dapat diimbangi oleh berbagai upaya Bank, di antaranya menekan biaya provisi, biaya kredit (credit cost) dan biaya overhead.

Perseroan mencadangkan provisi pada portofolio di seluruh segmen bisnis, khususnya di tengah kondisi yang menantang. Langkah ini memberikan kontribusi pada penurunan biaya provisi Bank sebesar 21,6% menjadi Rp763 miliar dari Rp1,01 triliun.

Rasio kredit bermasalah BNII membaik menjadi 4,4% (gross) pada Juni 2021 dibandingkan 5,0% (gross) pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, biaya overhead, yang tercatat turun 6,1% menjadi Rp 2,9 triliun.

Dari sisi intermediasi, total kredit Maybank Indonesia turun 14,6% menjadi Rp 98,8 triliun. Kredit Community Financial Services (CFS) turun 17,5% disebabkan oleh penurunan kredit CFS Non-Ritel sebesar 22,3% dan penurunan kredit CFS-Ritel sebesar 12,0%. Kredit Global Banking (GB) juga turun 8,2%.

Namun, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih bertumbuh positif sebesar 1,2% pada semester pertama 2021 menjadi Rp14,4 triliun dari Rp 14,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Secara kuartalan, KPR tumbuh 2,5% dari Rp14,1 triliun di kuartal pertama 2021.

Total simpanan nasabah meningkat 1,6% menjadi Rp107,4 triliun pada semester pertama 2021 dengan pertumbuhan CASA sebesar 6,4% menjadi Rp 45,1 triliun. Rasio CASA juga naik menjadi 41,9% pada Juni 2021 dibandingkan 40,0% pada Juni 2020.

Sementara itu, Rasio Kredit terhadap Simpanan/Loan to DepositRatio (LDR bank saja) di level 80,1%, dengan Rasio Kecukupan Likuiditas/Liquidity Coverage Ratio (LCR bank saja), tercatat sebesar 188,97% pada semester pertama 2021. Rasio Kecukupan Modal/Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 26,3% pada Juni 2021 dibanding 22,1% pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, Maybank masih melihat dampak pandemi COVID-19 masih terus berlanjut.

Meski demikian, BNII tetap optimis bahwa kondisi yang menantang dan tidak pasti saat ini dapat diatasi pada waktunya. "Kami yakin dengan menerapkan prinsip kehati-hatian terkait pengelolaan aset dan likuiditas, didukung manajemen risiko yang kuat, Bank dapat mengatasi tantangan saat ini," katanya.




[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading