Laba UNTR Semester I Capai Rp 4,5 T, Ini Pemicu Utamanya!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 July 2021 16:15
united tractors

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten alat berat Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR), membukukan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 4,51 triliun pada semester pertama 2021.

Laba bersih tersebut meningkat sebesar 11,19% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 4,06 triliun. Alhasil, nilai laba per saham dasar UNTR meningkat menjadi Rp 1.211 per saham dari sebelumnya Rp 1.089 per saham.

Mengacu publikasi laporan keuangan perusahaan, Jumat (30/7/2021) di media massa, pendapatan bersih UNTR tercatat sebesar Rp 37,31 triliun pada 6 bulan pertama tahun ini, naik 12,40% dari tahun sebelumnya Rp 33,19 triliun.


Bersamaan dengan kenaikan pendapatan bersih tersebut, beban pokok pendapatan UNTR juga naik menjadi Rp 29,28 triliun dari sebelumnya Rp 25,93 triliun, sehingga, laba bruto perseroan menjadi senilai Rp 8,02 triliun dari sebelumnya Rp 7,26 triliun.

Sampai dengan 30 Juni 2021, total aset United Tractors tercatat mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 106,86 triliun dari posisi 31 Desember 2020 senilai Rp 99,80 triliun. Aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp 39,20 triliun dan ekuitas sebesar Rp 67,65 triliun.

Adapun, kas dan setara kas sampai dengan semester pertama ini naik menjadi Rp 27,27 triliun dari tahun lalu Rp 16,92 triliun.

Di pasar modal, harga saham UNTR pada Jumat ini ditutup turun 1,01% di Rp 19.550/saham. Nilai transaksi saham UNTR Rp 109 miliar, dengan volume perdagangan 5,51 juta saham. Sepekan saham ini turun 1,01% dan sebulan turun 3,8%.

Dalam pernyataan resmi Grup Astra Kamis kemarin, disebutkan penjualan alat berat Komatsu meningkat 60% menjadi 1.361 unit, sementara pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga meningkat pada periode semester I-2021.

Adapun kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatatkan penurunan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 3% menjadi 409 juta bank cubic metres, sementara produksi batu bara naik sebesar 3% menjadi 58 juta ton.

Anak perusahaan UNTR di bidang pertambangan melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 12% menjadi 6,3 juta ton, termasuk penjualan 1,4 juta ton metallurgical coal.

PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki UT, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 5% menjadi 176.000 ons.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading