Anak Usaha Humpuss Mau Masuk Bursa, Prospeknya Bagaimana?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 July 2021 10:25
dok Humpuss

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan distribusi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT GTS Internasional (GTSI) bakal melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama GTSI Kemal Imam Santoso mengatakan perusahaan memilih langkah IPO ini untuk mencari pendanaan guna mendukung distribusi gas alam di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga ingin publik terlibat dalam proses bisnis perusahaan.

"Jadi di dalam pendanaannya kan ini kan gas bumi dari Indonesia buat Indonesia, walaupun ada strategic partner, ada investor kita kenapa ga masyarakat ikutan jadi bukan financial institution saja," kata Kemal kepada CNBC Indonesia, Rabu (28/7/2021).


Dia mengungkapkan, saat ini perkembangan industri sangat cepat, sehingga dibutuhkan logistik energi yang lebih baik. Belum lagi saat ini perusahaan juga telah berkembang ke bisnis logistik yang terintegrasi dengan supply chain LNG di Indonesia.

Kemudian, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan juga telah mulai mengoperasikan unit regasifikasi penyimpanan terapung atau floating storage regasification unit (FSRU) dan mengoperasikan empat dari lima FSRU yang ada di Indonesia.

Kemal menambahkan, LNG di Indonesia sangat prospektif baik dari segi bisnis maupun investasi.

Pasalnya LNG berasal dari gas alam dan juga bagian dari sustainable energy. Selain itu, penggunaan clean energy saat ini terus digalakkan oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dia mengungkapkan, perusahaan telah beroperasi lebih dari 30 tahun dan tidak pernah mencatatkan kerugian. Selain itu, perusahaan memiliki kontrak untuk jangka panjang dengan kliennya.

Berdasarkan laporan keuangan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), induk usaha GTSI, yang berakhir pada 31 Desember 2020 lalu, saham GTSI sebesar 99% dimikili oleh Humpuss.

Perusahaan ini memiliki nilai aset senilai US$52,44 juta (Rp 760,38 miliar, asumsi kurs Rp 14.500/US$) pada akhir periode tersebut. Nilai ini naik dari periode yang sama yang senilai US$ 47,53 juta.

GTSI memiliki empat kapal, dua merupakan kapal LNG bermuatan 136.000 meter kubik dan 22.500 meter kubik. Selain itu perusahaan juga memiliki dua kapal pengangkut lainnya dengan kapasitas masing-masing 125.000 meter kubik dan 19.000 meter kubik.

Melalui anak usahanya, Anoa, perusahaan mengoperasikan FSRU Amurang untuk penyaluran Gas LNG hasil regasifikasi ke pembangkit listrik PT PLN (Persero) sejak September 2020 sebagaimana perjanjian antara perusahaan dengan PT PLN Gas & Geothermal (PLNGG), kapasitas 15.000 meter kubik.

Selain itu, juga memiliki 25% kepemilikan saham di PT Jawa Satu Regas, yakni FSRU Jawa Satu dengan kapasitas muatan 170.000 meter kubik.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading