Internasional

Zoom Siap Akuisisi Perusahaan Cloud Five9, Nilainya Rp 213 T

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
19 July 2021 16:05
Zoom CEO Eric Yuan attends the opening bell at Nasdaq as his company holds its IPO, Thursday, April 18, 2019, in New York. The videoconferencing company is headquartered in San Jose, Calif. (AP Photo/Mark Lennihan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Zoom, perusahaan teknologi komunikasi yang tercatat di Nasdaq dan berkantor pusat di San Jose, California, AS, mengumumkan akan mengakuisisi Five9, penyedia perangkat lunak kontak center berbasis komputasi awan (cloud).

Nilai transaksi pembelian seluruh saham perusahaan yang akan dibeli itu bernilai mencapai US$ 14,7 miliar atau setara dengan Rp 213,15 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Kesepakatan itu menandai akuisisi miliaran dolar pertama dan terbesar yang pernah dilakukan Zoom, yang sahamnya tercatat di Nasdaq dengan kode perdagangan ZM ini.


Keputusan akuisisi ini datang saat perusahaan bersiap menghadapi kondisi bisnis baru di dunia pascapandemi ketika karyawan mulai kembali bekerja dari kantor.

Langkah akuisisi ini juga menjadi kesepakatan perusahaan teknologi AS terbesar kedua tahun ini, setelah akuisisi Nuance Communications yang akan dilakukan Microsoft senilai US$ 16 miliar (Rp 232 triliun), menurut FactSet.

"Kami terus mencari cara untuk memperkaya platform kami, dan bergabungnya Five9 adalah kecocokan alami yang akan memberikan lebih banyak hal positif dan nilai kepada pelanggan kami," kata CEO Zoom Eric Yuan dalam siaran pers, dikutip CNBC International, Senin ini (19/7).

Pada perdagangan Jumat (16/7) di bursa Nasdaq, saham Five9 (ticker: FIVN) ditutup di harga US$ 177,60 (Rp 2,57 juta) dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 11,9 miliar (Rp 172,55 triliun.

Zoom mengatakan pemegang saham Five9 akan menerima 0,5533 saham Zoom Video Communications yang juga diperdagangkan di bursa Nasdaq (ticker: ZM) untuk setiap saham Five9 yang dimiliki.

Hal tersebut menjadikan saham Five9 akan bernilai US$ 200,28 (Rp 2,90 juta) per saham atau meningkat 13% (dari semula US$ 177,6) alias menanjak ke level premium, mewakili sekitar 14% dari kapitalisasi pasar Zoom yang saat ini hampir mencapai US$ 107 miliar (Rp 1.551 triliun).

Dalam 16 bulan terakhir sejak pandemi covid-10 melanda, Zoom telah mengalami pertumbuhan fantastis akibat dari penutupan kantor secara tiba-tiba di seluruh dunia yang memaksa pekerja untuk berkomunikasi menggunakan konferensi video, platform layanan yang salah satunya ditawarkan oleh Zoom.

Setelah mengalami meningkatkan pendapatan sebesar 326% pada tahun 2020, Zoom mulai menghadapi perlambatan terutama disebabkan oleh aktivitas karyawan perusahaan yang mulai kembali dibuka dan pertemuan tatap muka mulai dilanjutkan.

Zoom sebenarnya telah meluncurkan produk baru untuk memperhitungkan perubahan yang akan datang pada bisnisnya, tetapi pertumbuhan organik saja tidak mungkin memuaskan pelaku pasar di bursa Wall Street mengingat perusahaan yang sudah sangat besar.

Selain itu Zoom juga membutuhkan sumber pendapatan baru karena peningkatan persaingan yang datang dari raksasa teknologi Microsoft dengan layanan konferensi video milik mereka, Teams.

Harga saham perusahaan yang didirikan Eric Yuan ini melonjak hampir 400% tahun lalu, meskipun turun 36% sejak mencapai puncaknya pada Oktober tahun 2020 lalu.

Menurut catatan CNBC, Five9 mengalami peningkatan pesat sejak awal 2020, karena permintaan melonjak untuk teknologi call center yang memungkinkan karyawan melakukan pekerjaan mereka dari rumah. Hal ini mengakibatkan pendapatan Five9 naik 33% menjadi US$ 435 juta (Rp 6,30 triliun) tahun lalu.

Kesepakatan itu menyatukan dua mantan eksekutif Cisco, Eric Yuan dan Rowan Trollope yang merupakan CEO Five9. Trollope akan menjadi presiden Zoom dan tetap sebagai CEO Five9.

Eric Yuan sebelumnya membantu mengembangkan WebEx (penyedia layanan konferensi web), yang dibeli Cisco pada 2007 seharga US$ 3,2 miliar (Rp 46,4 triliun). Dia kemudian bekerja di Cisco sebelum akhirnya memulai mendirikan Zoom.

Trollope bergabung dengan Cisco pada tahun 2012 setelah 22 tahun berkarir di Symantec. Dia berhasil menjadi wakil presiden senior yang bertanggung jawab atas semua produk kolaborasi Cisco sebelum akhirnya mengundurkan diri untuk menjadi CEO di Five9 pada tahun 2018.

Transaksi ini diperkirakan akan selesai pada paruh pertama tahun 2022. Keputusan ini masih menunggu persetujuan dari pemegang saham Five9, dan juga membutuhkan izin peraturan. Goldman Sachs merupakan advisor Zoom pada akuisisi ini, sedangkan Qatalyst Partners merupakan advisor Five9.

Kedua perusahaan tersebut dikabarkan akan menyelenggarakan konferensi video melalui panggilan Zoom untuk menyapa para investor pada hari Senin pukul 8:30 waktu New York.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading