Internasional

Rogoh Rp 232 T, Microsoft Siap Caplok Emiten Teknologi Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
12 April 2021 19:17
FILE PHOTO: FILE PHOTO: People walk outside the Microsoft office in Beijing, China, January 24, 2019.   REUTERS/Thomas Peter - RC1AF7046AD0/File Photo/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Microsoft Corporation, raksasa teknologi yang tercatat di Bursa Nasdaq AS dengan kode saham MSFT, sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi perusahaan pengenalan suara Nuance Communications yang juga listing di Nasdaq dengan kode saham NUAN.

Informasi ini disampaikan seseorang sumber yang akrab dengan negosiasi tersebut kepada CNBC International pada Minggu (11/4/2021). Sumber tersebut menginformasikan bahwa transaksi dapat ditandatangani paling cepat pekan ini dan diumumkan paling cepat Senin waktu AS (Selasa waktu Indonesia).

"Microsoft pertama kali mendekati Nuance pada Desember tahun lalu," kata sumber itu, dikutip Senin (12/4/2021).


Bahkan perusahaan yang dibangun Bill Gates dan Paul Allen ini bersedia membayar sekitar US$ 56/saham untuk mencaplok Nuansa. Dengan demikian, jumlah pembelian itu akan memberi Nuance nilai ekuitas sebesar US$ 16 miliar atau setara dengan Rp 232 triliun (kurs Rp 14.500/US$), nilainya 23% harga premium di atas harga penutupan saham Jumat sebesar US$ 45,58/saham.

Rencana akuisisi tersebut kian menggambarkan upaya Microsoft baru-baru ini untuk berkembang melalui akuisisi.

Sebelumnya Microsoft mempertimbangkan untuk membeli aplikasi berbagi video TikTok di AS tahun lalu, dan bulan lalu menyelesaikan akuisisi perusahaan pembuat video game Zenimax senilai US$ 7,5 miliar atau setara Rp 108 triliun.

Bisnis Nuansa dinilai akan lebih selaras dengan skema bisnis Microsoft yang melayani korporasi dan pemerintah.

Nuansa memperoleh pendapatan dengan menjual alat untuk mengenali dan menuliskan ucapan dalam kunjungan dokter, panggilan layanan pelanggan, dan pesan suara.

Perusahaan melaporkan laba bersih US$ 7 juta atau Rp 102 miliar dari pendapatan sekitar US$ 346 juta atau Rp 5 triliun pada kuartal keempat, dengan pendapatan turun 4% secara tahunan. Nuance didirikan pada tahun 1992, dengan 7.100 karyawan per September 2020.

Bloomberg juga melaporkan rencana Microsoft untuk membeli Nuance pada Minggu lalu. Namun Microsoft menolak berkomentar. Perwakilan juga Nuansa tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC dan Bloomberg.

Dengan nilai akuisisi US$ 16 miliar, Nuance akan menjadi akuisisi terbesar kedua Microsoft, setelah pembelian LinkedIn sebesar US$ 27 miliar atau Rp 392 triliun pada tahun 2016.

Analis di CNBC International menilai akuisisi Nuansa dapat memperluas kemampuan Microsoft dalam perangkat lunak suara.

Microsoft sudah memiliki alat yang dapat digunakan para pengembang di sana untuk mengaktifkan aplikasi untuk mentranskripsikan ucapan menjadi kata-kata tertulis, dan bisa menggabungkan pengenalan ucapan ke dalam produknya sendiri, seperti mesin pencari Bing dan aplikasi komunikasi Teams.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading