Pandu Sjahrir: Jika GoTo IPO, Market Cap Dekati BCA-BRI-TLKM

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 July 2021 12:48
Pandu Patria Sjahrir. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menantikan kehadiran sejumlah perusahaan teknologi unicorn (valuasi di atas Rp 14 triliun, atau US$ 1 miliar) untuk melantai di pasar modal domestik lewat skema penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Salah satu yang ditunggu pelaku pasar ialah rencana penawaran umum perdana saham GoTo, entitas hasil merger Gojek dengan Tokopedia.

Adapun PT Bukalapak.com Tbk sudah lebih dahulu mengajukan IPO dengan target dana Rp 22 triliun dan target listing 6 Agustus mendatang.


Komisaris BEI, Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan, saat ini terdapat empat perusahaan unicorn di sektor teknologi yang berpotensi mencatatkan sahamnya di BEI.

Perusahaan tersebut antara lain, GoTo, PT Global JET Express (J&T Express), dan PT Tinusa Travelindo (Traveloka) dan Bukalapak. Untuk Bukalapak bahkan sudah mendapatkan kode perdagangan yakni BUKA.

Pandu mengatakan nilai kapitalisasi (market capitalization/market cap) pasar GoTo diperkirakan sebesar US$ 18 miliar atau setara Rp 261 triliun (kurs Rp 14.500/US$), J&T Express sebesar US$ 7,8 miliar atau Rp 113 triliun, Bukalapak US$ 6,05 miliar atau Rp 88 triliun dan Traveloka sebesar US$ 2,75 miliar atau Rp 40 triliun.

Jika Bukalapak, Traveloka dan J&T Express digabung pun (US$ 16,6 miliar) market cap GoTo lebih besar, bahkan diyakini nilainya jauh lebih besar pada tahun ini mengingat adopsinya yang makin menggeliat di tengah pandemi Covid-19.

Bila IPO GoTo terealisasi, maka nilai kapitalisasi pasarnya akan menjadi terbesar keenam di BEI setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Data BEI mencatat, hingga penutupan perdagangan sesi I, Kamis ini (15/7) kapitalisasi pasar BCA Rp 751 triliun, BBRI Rp 470 triliun, TLKM Rp 309 triliun, BMRI Rp 272 triliun, dan ASII Rp 193 triliun.

Pernyataan Pandu ini masih memakai valuasi lama Astra, sehingga dengan mengacu harga hari ini, maka besar kemungkinan jika GoTo masuk di BEI bisa menyalip market cap Astra yang disebut oleh Pandu di kelima tersebut.

Sementara itu, bila keempat perusahaan unicorn ini masuk bursa maka berpotensi akan meningkatkan bobot MSCI Index yang saat ini dikuasai 22 perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 95,30 miliar, bertambah menjadi sebanyak 26 perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 103,32 miliar.

Gayung bersambut, di tengah tren IPO perusahaan di sektor teknologi, kata Pandu, Indonesia juga menyumbang sekitar 38% perusahaan unicorn di ASEAN.

"Setengah unicorn dari ASEAN datang dari Indonesia. Di luar populasi yang besar, kebijakan pemerintah juga meng-encourage inovasi," kata Pandu Sjahrir, di acara Meet The Expert: Energizing Market through Company Public Offering yang diselenggarakan Mandiri Sekuritas, Rabu (14/7/2021).

Untuk diketahui, GoTo memang dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana saham.

Valuasi perusahaan Gojek setelah merger dengan Tokopedia akan menghasilkan nilai kapitalisasi pasar senilai US$ 35 miliar sampai dengan US$ 40 miliar atau kisaran Rp 490 triliun - Rp 560 triliun dengan kurs Rp 14.000 per US$.

Jika target dana yang dihimpun dalam IPO sebesar 10% saja dari valuasi keduanya, nilainya mencapai Rp 49 triliun sampai dengan Rp 56 triliun.

Sebelumnya, CEO Tokopedia, William Tanuwidjaja mengungkapkan, pada dasarnya menjadi perusahaan publik ialah menjadi tujuan agar perusahaan makin berkembang.

Dengan demikian, masyarakat seperti mitra pengemudi, pelaku UMKM, maupun penggunaan layanan baik Gojek maupun Tokopedia bisa menjadi pemegang saham ke depannya.

William mengungkapkan, saat ini Tokopedia memiliki mitra UMKM lebih dari 10 juta. Sedangkan, Gojek memiliki mitra driver lebih dari 2 juta. Dengan bergabungnya kedua entitas ini, tak kurang dari 100 juta masyarakat Indonesia yang mengakses layanan GoTo melalui aplikasi Gojek maupun Tokopedia.

"Ketika menjadi perusahaan terbuka, siapa yang memiliki perusahaan tersebut? Masyarakat. Mimpi terbesar kita bagaimana mitra pengemudi, UMKM, pengguna loyal Gojek, Tokopedia bisa menjadi pemegang saham dan menjadi pemilik perusahaan," kata William.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading