Pemulihan Daya Beli Jadi Pendorong Bisnis Widodo Makmur

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
12 July 2021 15:35
Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana dalam acara Capital Market Outlook 2021 dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Widodo Makmur Perkasa Tumiyana mengharapkan stimulus yang diberikan kepada masyarakat bisa mendorong daya beli dan meningkatkan konsumsi pada protein dan pangan dasar. Apalagi saat ini indeks keyakinan konsumen sudah mulai meningkat sehingga harus ada stimulus hingga ke tingkat koperasi dan UMKM untuk mendorong pergerakan ekonomi.

"Saya punya keyakinan dengan stimulus yang diberikan pemerintah dan sektor pangan yang tidak pernah berhenti dalam situasi apapun. Makanya proyeski yang kami desain luar biasa, konsumsi tidak akan berkurang karena pandemi tetap akan ada titik keseimbangan baru," kata Tumiyana dalam Economic Update CNBC Indonesia, Senin (12/7/2021).

Adanya pandemi Covid-19 dan berbagai kebijakan pembatasan menurutnya selain menjadi tantangan bagi industri, juga menciptakan titik keseimbangan baru ekonomi. Hal ini pun membuat pelaku usaha harus beradaptasi untuk bisa menyambut peluang tersebut.


Tumiyana mengatakan salah satu upaya yang dilakukan Widodo Makmur yakni mendekatkan produknya hingga ke end user, melalui distribusi dan logistik yang terstruktur. Saat ini perusahaan telah memiliki lebih dari 3.000 partner UMKM yang terhubung dengan sektor pangan dan energi, serta menjadi pendukung peningkatan kapasitas yang dilakukan. Usai rencana IPO, perusahaan akan membantu integrated farming dan juga menerapkan energi yang ramah lingkungan untuk efisiensi.

"Kami memanfaatkan semua moda transportasi terkait sehingga delivery terjadi hingga end user dengan waktu pendek dan cost efisien. Dengan indeks keyakinan konsumen yang semakin pulih maka bisa berpengaruh pada pertumbuhan kami dan kami harus siap dengan peningkatan sarana," ujarnya.

"Ke depan pertarungan hanya di industri pangan dan energi, pangan dibutuhkan oleh kita sendiri dan penduduk dunia," tambahnya.

Meski demikian, dia mengakui di tengah PPKM Darurat juga memberikan tantangan terutama dalam proses distribusi. Pasalnya, untuk bisa bersaing efisiensi bukan hanya dari produksi melainkan hingga proses pengiriman barang hingga mitra terkecil.

"Terlepas dari pandemi atau tidak yang paling krusial adalah bagaimana mengirimkan kepada end user dengan baik dan efisien," tegasnya.

Saat ini Widodo Makmur Perkasa memiliki beberapa hub yang menjadi sentra distribusi terutama di Pulau Jawa sebagai pasar terbesar. Dari Hub tersebut akan mengirikan ke setiap kabupaten dan diteruskan ke kecamatan hingga mitra terkecil.

"Kami juga lakukan channeling di dekat perumahan, asetnya kami siapkan dan kami kolaborasikan dengan distribusikan di tingkat kabupaten. Ini cara kami mendekatkan barang ke end user supaya rantai distribusi mendekati," ujar Tumiyana.

Dia menambahkan perusahaan menargetkan pendapatan dan laba Widodo Makmur tahun ini meningkat 300%, terutama dengan besarnya potensi bisnis pangan dasar dan protein. Dia memproyeksikan pendapatan bisa mencapai Rp 9,6 triliun dari posisi 2020 senilai Rp 3,7 triliun, dengan laba Rp 600 miliar dibandingkan tahun lalu Rp 136 miliar.

"Kami dorong terus untuk melakukan aksi korporasi dan meningkatkan produksi, terutama dengan penurunan produksi di negara lain. Jadi kita suka tidak suka harus melakukan peningkatan produksi untuk kebutuhan luar negeri dan dalam negeri," kata Tumiyana.

Dia mengatakan untuk 5 tahun rata-rata pertumbuhan pendapatan perusahaan diperkirakan di kisaran 49% dan laba 39%. Hal ini didorong dari peningkatan indeks kepercayaan konsumen, penambahan jumlah penduduk, dan meningkatnya pendapatan per kapita.

"Untuk 2021 pertumbuhannya tidak sampai 300%, tapi kami masih mendesain pertumbuhan 140% dari 2021 karena keberlanjutan yang kami dorong terus. Kami juga akan melakukan aksi korporasi dengan IPO di akhir tahun ini yang bisa mendorong pertumbuhan," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading