Ikut Bukalapak & GoTo, Sayurbox juga Minat IPO di Bursa

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 July 2021 18:44
Amanda Cole CEO Sayurbox (Ist Youtube/wellspaces group)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sayurbox, e-commerce produk segar sayur-mayur, buah-buahan, aneka daging, boga bahari, dan produk lainnya, punya rencana jangka panjang bisa tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Rencana ini menjadi mimpi besar tim Sayurbox seiring dengan mulai bermunculan perusahaan startup yang siap masuk pasar modal, termasuk baru-baru ini PT Bukalapak.com yang sudah melakukan paparan publik resmi IPO Jumat ini (9/7/2021). Selain itu ada pula GoTo, entitas gabungan Gojek dan Tokopedia yang berencana IPO tahun ini.

"Untuk rencana jangka panjang, pasti ya setiap startup punya mimpi IPO, so memang one of our dream, memang direction kita ke sana [jangka panjang]," kata Co-Founder dan Chief Executive Officer Sayurbox Amanda Susanti, dalam acara Selebrasi Empat Tahun Sayurbox, yang digelar virtual, di Jakarta, Jumat siang (9/7).


Hanya saja Amanda tidak mengungkapkan detail periode kapan akan mematangkan rencana itu.

Konferensi pers tersebut dalam rangka memperkenalkan fitur terbaru Sayurbox yakni Sayur Tunai yang merupakan fitur bayar di tempat alias COD. Para pelanggan bisa melakukan komplen langsung ketika mendapatkan produk yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Lebih lanjut Amanda mengatakan IPO memang menjadi satu mimpi Sayurbox ke depan, tapi tak hanya perusahaan, melainkan juga semua startup demi pengembangan bisnis dan bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki saham.

Sayurbox diluncurkan tahun 2017 dan mulai memperkenalkan aplikasinya pada 2018. Genap 4 tahun usia Sayurbox, manajemen mengungkapkan banyak produk yang dihadirkan toko sayur online ini.

Adapun yang paling banyak diborong pelanggan ialah tempe, bawang merah, pisang dan beras. Sayurbox awalnya berjualan lewat Instagram, lalu kemudian merilis situs dan setelahnya itu toko sayur online ini dapat diakses lewat aplikasi di perangkat smartphone.

Selain memperbesar layanan, Sayurbox pun berusaha mengembangkan jaringan petani. Kini mereka sudah memiliki 1.000 orang mitra petani yang tersebar di sejumlah daerah. Tidak hanya di Jabodetabek, layanan pengiriman juga merambah Bali dan Surabaya.

"Mimpi kami di 2021 ini mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Agar kami bisa membawa kebaikan kepada seluruh orang di Indonesia," katanya.

Investor

Terkait dengan pendanaan, saat ini perusahaan ditopang sejumlah investor, termasuk PT Astra International Tbk (ASII).

Astra, menyuntikkan modal sebesar US$ 5 juta atau setara dengan Rp 73 miliar (kurs Rp 14.500/US$) di Sayurbox dan juga di Halodoc sekitar US$ 35 juta atau setara Rp 508 miilar, masing-masing pada Maret dan April 2021 sehingga totalnya US$ 40 juta atau setara Rp 580 miliar.

Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro, membeberkan sejumlah pertimbangan menjadi investor utama (lead investor) di dua perusahaan rintisan layanan telemedicine, Halodoc, dan e-commerce groceries, Sayurbox.

Menurut Djony, investasi Grup Astra itu sejalan dengan upaya digitalisasi yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Astra berinvestasi di perusahaan rintisan Gojek.

"Kita sudah serius melakukan banyak hal, termasuk digitalisasi sejak beberapa tahun ini, digitalisasi di Astra bukan hanya investasi untuk mendapat pertumbuhan inorganik, termasuk modernisasi dan upaya memastikan pertumbuhan berkelanjutan dari Astra," kata Djony, dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra, Kamis (22/4/2021).

Di Sayurbox Astra, akan menjadi investor utama bersama dengan Patamar Capital.

"Sayurbox, e-commerce, ini juga bisnis case yang baik," ujarnya.

Dalam keterangan resmi Sayurbox 27 April lalu, disebutkan perseroan mengumumkan telah menutup putaran pendanaan Seri B setahun setelah putaran terakhir untuk mendorong pertumbuhan di 2021 dan seterusnya.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh PT Astra Digital International, anak usaha Astra) dan Syngenta Group Ventures, lengan modal ventura dari Syngenta Group, penyedia teknologi dan ilmu pertanian terkemuka di dunia; diikuti oleh Global Brain Corporation, Ondine Capital, Strategic Year Holdings Ltd., dan lainnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Astra Ungkap Alasan Suntik Rp 580 M Halodoc & Sayurbox


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading