Analisis Teknikal

Pemerintah Khawatir PDB Kuartal III, IHSG Bisa Apa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
06 July 2021 07:57
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat kembali ke bawah 6.000, tetapi berhasil rebound dan mengakhiri perdagangan di 6.005,609, melemah 0,3% pada perdagangan Senin kemarin (5/7).

Investor asing juga "kabur", tercatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 292 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10 triliun.

Pemerintah Indonesia mulai waspada perekonomian bisa terpukul di kuartal III-2021 akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat. Hal tersebut berisiko menekan IHSG lebih lanjut pada perdagangan Selasa (6/7/2021).


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan proyeksinya terkait perekonomian Indonesia. Sri Mulyani mengatakan harus waspada jika penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) gagal dikendalikan di bulan Juli, maka perekonomian (produk domestik bruto/PDB) kuartal III-2021 akan terpukul.

"Apabila Juli bisa dikendalikan dan Agustus ada aktivitas normal atau restriksi bisa dikurangi, maka ekonomi bisa tumbuh, kondisi pertumbuhan di atas 4% mendekati 5%," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual usai rapat kabinet terbatas, Senin (5/7/2021). 

"Namun apabila tidak bisa dikendalikan dan masih terus berlanjut. Maka pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa turun di sekitar 4%. Ini yang harus diwaspadai," jelasnya.

Sri Mulyani juga mengatakan agar bisa mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi maka PPKM Mikro Darurat harus dilaksanakan dengan baik, dan pentingnya vaksinasi guna mencapai kecepatan imun di masyarakat.

Selain tertuju pada lonjakan kasus Covid-19, yang lagi-lagi mencatat rekor penambahan kasus per hari nyaris 30.000 orang kemarin, kenaikan harga minyak mentah juga perlu diwaspadai. Minyak jenus West Texas Intermediate (WTI) dan Brent kini berada di level tertinggi sejak Oktober 2018.

Kenaikan harga minyak memberikan dampak positif serta negatif ke Indonesia. Positifnya penerimaan negara mengalami peningkatan dari sektor migas, sementara negatifnya adalah cadangan devisa yang akan tergerus guna membiayai impor, sebab Indonesia masih net importir minyak mentah.

Tetapi yang paling diwaspadai adalah kenaikan inflasi secara global yang dapat menghambat laju pemulihan ekonomi dunia.

Secara teknikal, belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan, sebab IHSG masih bertahan di atas level psikologis 6.000 dan rerata pergerakan 50 hari (Moving Average 100/MA 100).

Sama seperti kemarin, level psikologis akan menjadi penghadang penurunan IHSG, tetapi jika dilewati support yang cukup kuat berada di kisaran 5.980 hingga 5.970 (MA 50). Penembusan support tersebut berisiko membawa IHSG turun ke ke 5.940.

Tetapi selama mampu bertahan di atas level psikologis, peluang penguatan IHSG masih terbuka dengan target ke MA 100 di kisaran 6.080 hingga 6.090.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv 

MA 100 tersebut merupakan tembok tebal atau resisten yang kuat, beberapa kali IHSG mencoba melewatinya tetapi selalu gagal. Sebab, pada April lalu terjadi persilangan antara MA 50 dan MA 100 yang menjadi sinyal penurunan IHSG, dan untuk mengakhiri tekanan tersebut tembok tebalnya harus dijebol dengan konsisten.

Dengan kata lain, jika mampu mengakhiri perdagangan di atas MA 100, maka ruang berlanjutnya penguatan IHSG akan terbuka lebar.

Sementara itu indikator stochastic pada grafik harian sudah mulai turun dari wilayah overbought.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Tekanan bagi IHSG berkurang setelah Stochastic keluar dari wilayah overbought, meski harus menunggu hingga mencapai oversold agar mendapat momentum penguatan yang kuat.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bensin Kurang, IHSG Mager & Sulit Tembus 6.300


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading