Restrukturisasi Utang

Gagal Bayar, MDLN Perpanjang Moratorium hingga Agustus 2021

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
05 July 2021 16:28
Jakarta Garden City

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola perumahan Jakarta Garden City, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mendapatkan perpanjangan moratorium pembayaran surat utang global yang jatuh tempo pada 2024.

Hasil sidang hearing di Pengadilan Tinggi Singapura pada Rabu (30/6/2021), memutuskan menerima permohonan perpanjangan moratorium MLDN sampai 31 Agustus 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Singapura, dikutip Senin ini (5/7) penundaan atau moratorium tersebut adalah atas kewajiban bunga surat utang global (global bond) senilai US$ 240 juta atau setara dengan Rp 3,48 triliun (kurs Rp 14.500/US$).


Surat utang tersebut diterbitkan oleh entitas anak MDLN lainnya, Modernland Overseas Pte. Ltd. dan akan akan jatuh tempo pada 2024.

Aksi ini merupakan bagian dari restrukturisasi obligasi global senilai total US$ 390 (Rp 5,65 triliun) juta yang negosiasinya telah berjalan sejak 2020.

Sementara satu notes lagi yakni sebesar US$ 150 juta jatuh tempo 2021.

Sampai saat ini MDLN masih mencari cara untuk merestrukturisasi global bond senilai total US$ 390 juta tersebut. Negosiasinya sudah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu ketika pertama kali gagal bayar (default) bunga obligasi pada Agustus 2020.

MDLN pertama kali mengajukan moratorium pada September 2020, setelah perseroan mengalami gagal bayar atas kupon senior notes 2021 pada Agustus 2020. Gagal bayar pun berlanjut pada kupon senior notes 2024 yang jatuh tempo pada Oktober 2020.

Lembaga pemeringkat global, Fitch sebelumnya telah menurunkan peringkat MDLN beserta dua penerbitan surat utang perseroan dalam denominasi dollar menjadi C dari sebelumnya CC.

Fitch memperkirakan, perusahaan tidak memiliki cukup kas untuk melunasi utangnya dan akan bergantung pada pendanaan eksternal untuk memenuhi pembayaran kupon.

Jika kupon telah melewati masa tenggang akan dianggap gagal bayar dan Fitch dapat menurunkan peringkat MDLN dan peringkat obligasi menjadi Restricted Default (RD).

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020, MDLN mencatatkan rugi bersih yang membengkak hingga Rp 1,76 triliun, naik 1598% dari rugi tahun 2019 sebesar Rp 103,65 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tok! Perpanjangan Obligasi MDLN Disetujui Usai Gagal Bayar


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading