Kasus Covid-19 RI Terus Melonjak, IHSG Naik Tipis Pekan Ini

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
03 July 2021 14:30
Traders work at their desks whilst screens show market data at CMC Markets in London, Britain, January 16, 2019. REUTERS/John Sibley

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini hanya naik tipis-tipis saja, jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut naik tipis 0,01% secara point-to-point pada pekan ini. Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG ditutup menguat 0,28% ke level 6.023,01. Pada perdagangan Senin (28/6/2021) awal pekan ini, IHSG sempat ambruk 1,38% ke level 5.939,47.

Selama sepekan, nilai transaksi IHSG mencapai Rp 57,2 triliun dan investor melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp 732 miliar sepanjang pekan ini.


Pada pekan ini, sentimen yang hadir di pasar keuangan dalam negeri adalah terkait perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air, di mana angka kasus aktif Covid-19 terus bertambah, bahkan dalam lima hari beruntun mencetak rekor tertingginya.

Per Jumat (2/7/2021) hingga pukul 12:00 WIB, Kementerian Kesehatan RI mencatat total kasus di Indonesia secara keseluruhan adalah 2,22 juta.

Dari tambahan kasus tersebut, sebanyak 153.608 spesimen diperiksa dengan jumlah suspek sebanyak 135.043. Adapun kasus aktif bertambah 13.713 sehingga totalnya menjadi 2.67.539.

Selanjutnya kematian tercatat bertambah 539 menjadi 59.534. Kabar baiknya, kasus sembuh bertambahan 11.587 menjadi 1,9 juta.

Secara rata-rata, dalam sepekan pertambahan kasus positif Covid-19 berada di kisaran 20.693. Kasus aktif juga mencatat rekor. Ada tambahan 14.458 kasus aktif, sehingga secara total mencapai 253.826. Kasus aktif adalah pasien yang dirawat di fasilitas yang ditunjuk pemerintah.

Menurut Citi, Kasus Covid-19 di Indonesia sudah melesat menjadi lebih dari 20.000 kasus per hari dari hanya 6.000 per hari pada awal Mei yang kemungkinan terjadi karena mudik pasca Idul Fitri di pertengahan Mei dan menyebarnya varian Delta.

Tingkat keterisian rumah sakit di Jakarta naik hingga 90%, sementara wilayah di pulau Jawa sudah mencapai angka 80%. Dari hal inilah yang membuat pemerintah memberlakukan PPKM Mikro Darurat yang dimulai pada hari ini hingga 20 Juli mendatang.

Meski larangan tersebut akan menghambat pertumbuhan ekonomi, dampaknya akan tidak separah PSBB ketat pertama yang dilakukan 2020 silam, meskipun larangan kali ini akan lebih berat dibandingkan dengan yang dilakukan PSBB ketat September silam.

Hal ini akan menyebabkan konsensus ekonom akan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 terpangkas, dan pemulihan pertumbuhan ekonomi hanya terjadi di tahun 2022.

Walaupun sentimen di dalam negeri didominasi oleh sentimen negatif dari kenaikan kasus Covid-19 dan penerapan PPKM Mikro Darurat, namun IHSG masih bergerak hijau sepanjang pekan ini, walaupun penguatannya cenderung tipis-tipis saja.

Hal ini kemungkinan juga didorong oleh kenaikan bursa saham Amerika Serikat (AS), yang sepanjang pekan ini masih melesat.

Indeks Nasdaq Composite menjadi yang paling tinggi melesatnya pada pekan ini, yakni melonjak hingga 1,94%, kemdian disusul S&P 500 yang melesat 1,67%, dan Dow Jones yang menguat 1,02%.

Melesatnya tiga indeks utama Wall Street karena pelaku pasar di AS masih optimis dengan data ekonomi yang dirilis sepanjang pekan ini.

Fokus investor AS pada pekan ini tertuju pada data ketenagakerjaan AS, di mana Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan sebanyak 850.000 lapangan pekerjaan tersedia pada bulan lalu (Juni).

Angka ini jauh melampaui ekspektasi ekonom dalam survey Dow Jones yang memperkirakan angka 706.000. Pada Mei lalu, angkanya hanya 559.000 unit.

Tak hanya itu, tingkat pengangguran juga berada di angka 5,9%, atau lebih tinggi dari ekspektasi. Gaji juga naik 0,3% secara bulanan, dan sebesar 3,6% secara tahunan atau sesuai dengan ekspektasi pasar.

Data dari beberapa bulan, tulis Biro tersebut dalam laporannya, menandakan bahwa kenaikan permintaan tenaga kerja terkait dengan pemulihan dari pandemi kemungkinan membuat gaji meningkat.

"Ini laporan yang kuat dan seharusnya diterima sebagai tanda bahwa segalanya mulai meningkat di pasar tenaga kerja," tutur Wakil Kepala Ekonom Aberdeen Standard Investments James McCann dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Sebelum rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat (2/7/2021) kemarin, pelaku pasar mulai sedikit gembira merespons data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir tanggal 26 Juni 2021 yang mencapai 364.000, menjadi yang terendah di era pandemi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading