Ada Ramalan Ngeri Nih, Harga CPO Bisa Anjlok 28%!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
25 June 2021 10:50
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). Badan Pusat Statistik BPS  mengumumkan neraca Perdagangan (Ekspor-impor) Pada bulan Februari, nilai ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, atau turun 11,33% dari tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor minyak sawit sepanjang Januari-Februari 2019 hanya mencapai US$ 2,94 miliar, yang artinya turun 15,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) naik lumayan tajam hari ini. Kenaikan tersebut bak oasis di padang pasir, karena harga komoditas ini sedang menjalani masa prihatin.

Pada Jumat (25/6/2021) pukul 09:55 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 3.471/ton. Naik 1,46% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi kenaikan pertama dalam tiga hari terakhir.

Kenaikan ini membawa harga CPO melesat 1,37% dalam sepekan terakhir. Namun selama sebulan ke belakang, harga CPO masih anjlok 11,36%.


Akan tetapi, ada kabar buruk menggelayuti harga CPO. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan harga CPO bakal kembali terkoreksi pada semester II-2021.

Penyebabnya adalah produksi yang berlimpah karena cuaca mendukung. Kelapa sawit adalah tanaman yang membutuhkan banyak air, dan saat ini iklim sedang cenderung basah karena fenomena La Nina.

Selain itu, Fitch menyoroti perubahan kebijakan pungutan ekspor Indonesia. Kementerian Keuangan mengungkapkan akan ada perubahan pungutan ekspor CPO.

Sebelumnya, pungutan ekspor berlaku ketika harga menyentuh US$ 670/ton. Ini akan diubah, pungutan baru dikenakan saat harga berada di US$ 750/ton.

Dengan demikian, ada kemungkinan ekspor CPO dari Indonesia akan meningkat karena pungutan baru berlaku ketika harga lebih tinggi. Ada insentif tersendiri bagi produsen di Indonesia untuk 'melempar' ke pasar ekspor.

Fitch memperkirakan harga CPO akan berada di kisaran US$ 600/ton pada kuartal IV-2021. Kalau dikonversi ke ringgit Malaysia, jangan kaget, harga bisa mendekati MYR 2.500/ton.

Artinya harga masih bisa anjlok sekitar 28% dari posisi hari ini. Lebih baik sedia payung sebelum hujan...

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading