Ngamuk! Farmasi hingga Bank Mini, 15 Saham Ini Tembus ARA

Market - Putra, CNBC Indonesia
22 June 2021 08:07
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham di sektor kesehatan, farmasi serta sektor pendukungnya, dan brberapa saham lainnya berhasil pesta pora pada perdagangan kemarin Senin (21/6/2021).

Kenaikan beberapa saham ini terjadi di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,18% setelah sempat ambruk 2% akibat 'meledak'nya kasus Covid-19.

Data BEI mencatat, terdapat 15 saham yang berhasil melesat ke level tertinggi harian alias Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan 25% atau 35% apabila harga saham berada di bawah Rp 200/unit.


Simak tabel berikut.

Data perdagangan mencatat dari 15 saham yang terbang ke level ARA, 8 di antaranya datang dari sektor kesehatan, farmasi, serta sektor pendukungnya.

Saham-saham dari sektor tersebut termasuk PT Millennium Pharmacon Tbk (SDPC), PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang melesat di kategori ARA 35% dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Royal Prima Tbk (PRIM) yang melesat di kategori 25%.

Selain saham-saham tersebut muncul pula duo saham bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti di bawah Rp 5 triliun) yakni PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) atau Allo Bank Indonesia dan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) yang keduanya melesat 25%.

Kasus Covid-19 di Indonesia semakin menanjak dan terus mencetak rekor dalam sepekan terakhir. Kini total kasus di tanah air telah mencapai 2 juta kasus dengan DKI Jakarta yang masih menjadi pusat penyebaran virus. Secara nasional, penambahan kasus sebanyak 14.536 kasus dalam sehari.

Dari akumulasi data 13-20 Juni 2021, penambahan kasus Covid-19 hampir mencapai 90 ribu atau tepatnya 88.419 kasus. Ada tiga provinsi yang mengalami lonjakan kasus yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Dalam sepekan terakhir kasus di DKI Jakarta bertambah hampir 30 ribu, tepatnya 28.727 kasus, kemudian Jawa Barat Bertambah 16.870 kasus, dan Jawa Tengah 14.043 kasus.

Dalam 14 hari terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 9.562 orang dalam sehari. Melonjak dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yaitu 5.773 orang per hari.

Selama dua pekan terakhir, pertumbuhan pasien positif adalah 0,5% saban harinya. Lebih cepat daripada rerata dua minggu sebelumnya yakni 0,32% per hari.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Farmasi 'Hancur Lebur', 10 Hari ARB & Ambles 50%!


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading