Gainers-Losers

Selamat! BBHI-AGII Jawaranya, Giliran Saham BGTG-BCAP Ambruk

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 June 2021 16:15
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten gas PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dan emiten perbankan milik pengusaha Chairul Tanjung PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) atau Allo Bank Indonesia berhasil bertengger di jajaran top gainers hari ini, Senin (21/6/2021).

Adapun saham emiten Grup MNC PT MNC Investama Tbk (BCAP) dan saham bank PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) terjerembap menjadi 'pecundang'.

Setelah sempat balik arah sepanjang sesi II tadi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya merosot hari ini, atau untuk kali keempat secara beruntun. IHSG turun 0,18% ke posisi 5.996,25 pada penutupan sesi II perdagangan Senin (21/6).


Menurut data BEI, ada 177 saham naik,345 saham merosot dan 117 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,58 triliun dan volume perdagangan mencapai 19,46 miliar saham.

Investor asing pasar saham ramai-ramai 'cabut' dari bursa domestik dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 159,03 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 2,26 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (21/6).

Top Gainers

  1. Aneka Gas Industri (AGII), saham +25,00%, ke Rp 1.275, transaksi Rp 100,2 M

  2. Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), +25,00%, ke Rp 450, transaksi Rp 33,5 M

  3. Bank Harda Internasional (BBHI), +25,00%, ke Rp 2.350, transaksi Rp 116,1 M

  4. Sarana Meditama Metropolitan (SAME), +14,42%, ke Rp 595, transaksi Rp 142,1 M

  5. Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA), +11,02%, ke Rp 1.820, transaksi Rp 201,8 M

Top Losers

  1. MNC Kapital Indonesia (BCAP), saham -6,45%, ke Rp 145, transaksi Rp 20,9 M

  2. MNC Investama (BHIT), -5,26%, ke Rp 108, transaksi Rp 110,1 M

  3. Ristia Bintang Mahkotasejati (RBMS), -5,26%, ke Rp 54, transaksi Rp 9,9 M

  4. Bank Ganesha (BGTG), -4,43%, ke Rp 151, transaksi Rp 28,0 M

  5. Bank Tabungan Negara (BBTN), -4,08%, ke Rp 1.410, transaksi Rp 70,4 M.

Saham AGII menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi, hingga mencapai auto rejection atas (ARA) 25% ke Rp 1.275/saham. Ini membuat saham AGII berhasil rebound setelah sebelumnya anjlok selama 4 hari beruntun.

Dengan ini, saham AGII melonjak 9,91% dalam sepekan, sementara sebulan melejit 25,62%.

Selain AGII, saham BBHI juga berhasil menembus ARA 25% ke Rp 2.350/saham. Penguatan ini menjadi yang ketiga kali secara beruntun sejak Kamis (17/6) pekan lalu.

Kenaikan saham BBHI tak lepas dari peran sang pemilik barunya, Chairul Tanjung, yang siap menyuntikkan dana ke emiten tersebut melalui mekanisme rights issue alias Penambahan Modal dengan Hak Memegang Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Tercatat BBHI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 7.498.501.696 saham baru atau sebesar 179,20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nominal Rp 100/saham dengan harga penebusan yang sama.

PT Mega Corpora selaku pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 73,71% akan mengambil bagian seluruh HMETD yang menjadi haknya dan siap menjadi pembeli siaga dalam aksi korporasi HMETD kali ini.

Tercatat tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler adalah di tanggal 8 Juli 2021 sedangkan periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dimulai dari tanggal 14 Juli hingga 21 Juli 2021 dengan penjatahan saham baru paling lambat di tanggal 26 Juli 2021.

Sementara, saham BCAP malah anjlok 6,45% ke Rp 145/saham hari ini, setelah pada Jumat pekan lalu (18/6) naik 1,97%. Setali tiga uang, saham BGTG juga ambles 4,43% ke Rp 151/saham, melanjutkan pelemahan sejak 3 hari lalu. Dalam sepekan saham ini jatuh 11,18%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Pengembang Lido Jawara, Giliran Duo Baja Merana


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading