Jumbo! Axiata-Telenor Segera Teken Perjanjian Merger Rp 174 T

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 June 2021 15:30
Kantor pusat Axiata di Malaysia/REUTERS/Samsul Said/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Induk perusahaan PT XL Axiata Tbk (EXCL), Axiata Group Bhd dan perusahaan telekomunikasi asal Norwegia Telenor ASA dikabarkan baru saja menandatangani perjanjian definitif untuk menggabungkan (merger) usaha operasi seluler mereka di Malaysia

Melansir Bloomberg, Senin (21/6), dalam transaksi telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara ini, Axiata akan memindahkan saham perusahaan di Celcom Axiata Bhd. ke Digi.com Bhd. senilai RM 17,8 miliar atau setara dengan Rp 61,98 triliun (kurs RM 1 = Rp 3.482,26).

Kemudian, Axiata akan mendapatkan saham baru dan dana senilai RM 1,7 miliar dari Digi, dan hampir RM 300 juta dari pihak Telenor.


Nantinya, entitas hasil penggabungan ini akan memiliki nilai ekuitas pra-sinergi mendekati RM 50 miliar atau setara US$ 12,1 miliar, sekitar Rp 174 triliun (kurs Rp 14.400/US$).

Kesepakatan resmi tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, muncul setelah Axiata dan Telenor mengumumkan pada April lalu bahwa mereka sedang dalam diskusi lanjutan untuk menggabungkan Celcom dan Digi yang dapat menjadi operator ponsel terbesar di Malaysia berdasarkan jumlah pelanggan.

Menurut data Bloomberg, penggabungan ini juga akan menjadi kesepakatan telekomunikasi terbesar di negara ini, melampaui akuisisi Binariang GSM Bhd. 2007 atas Maxis Communications Bhd. dalam kesepakatan senilai RM 41 miliar.

Setelah penggabungan, Axiata dan Telenor akan memiliki kepemilikan yang sama masing-masing 33,1% di entitas gabungan yang bernama Celcom Digi Bhd., yang akan memiliki basis pelanggan 19 juta dan pendapatan proforma RM 12,4 miliar.

Menurut catatan Bloomberg, merger tersebut dapat menghasilkan sinergi biaya dan belanja modal (capex) sekitar RM 8 miliar berdasarkan net present value (NPV).

Sebagaimana diwartakan oleh CNBC Indonesia sebelumnya (16/6), belum lama ini, Axiata Group Bhd dan Telenor Asia telah menyelesaikan uji tuntas (due diligence) yang berkaitan dengan usulan merger antara Celcom Axiata Bhd dan Digi.Com Bhd.

Presiden Axiata dan Group Chief Executive Officer Datuk Izzaddin Idris mengatakan, kedua pihak berharap dapat segera menandatangani perjanjian definitif dalam waktu dekat ini, bahkan tinggal dalam hitungan hari atau dalam beberapa pekan lagi.

"Baik Axiata dan Telenor, kami berharap akan segera menandatangani [perjanjian definitif]," kata Izzadin, seperti dilansir dari The Edge Market, Selasa (16/6/2021).

"Penting bagi kita untuk mengintegrasikan dengan cepat," katanya saat konferensi pers virtual usai rapat umum tahunan ke-29 Axiata.

Izzaddin mengatakan, terkait waktu penyelesaian merger, dia diberitahu oleh tim penasihat, bahwa mungkin masih perlu beberapa bulan lagi, tergantung pada pihak yang menerima persetujuan dari pihak berwenang, terutama dari Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC). Pengajuan ke MCMC bisa dilakukan segera setelah kesepakatan definitif ditandatangani.

"Kami telah menunjuk konsultan untuk membantu mempersiapkan studi ekonomi [untuk merger] dan apakah pangsa pasar akan terpengaruh oleh merger. Studi seperti itulah yang dibutuhkan regulator saat mengevaluasi proposal merger," katanya.

Perseroan, kata Izzadin menargetkan, perjanjian definitif ini akan ditandatangani sebelum akhir kuartal kedua tahun ini.

Namun demikian, dia belum bisa menjelaskan lebih rinci, terkait rencana merger dan akuisisi lebih lanjut atau rencana ekspansi untuk Axiata ke depan.

Meskipun grup sedang mencari opsi di tengah merger di antara perusahaan telekomunikasi di Indonesia, agar grup dapat mempertahankan posisinya di pasar. Hal yang sama berlaku untuk pasar lain tempat Axiata beroperasi, seperti Bangladesh dan Nepal.

"Jawaban singkatnya adalah akan ada beberapa pengumuman lagi di sepanjang jalan, tetapi ini semua adalah bagian tak terpisahkan dari apa yang telah kami petakan di bawah Axiata 5.0," kata Izzaddin, mengacu pada visi dan strategi grup.

Dalam hal pasar baru, dia mengatakan mungkin ada peluang bagi unit infrastruktur menara Edotco Group Sdn Bhd untuk berekspansi ke pasar baru, mengingat belum hadir di negara-negara seperti Indonesia, Vietnam dan Thailand.

Sebelumnya, wacana merger Axiata dengan Telenor ASA sempat mengemuka pada tahun 2019 lalu. Namun, pada saat itu, ada kendala prinsipil yang membuat keduanya tidak menemui kata sepakat dan mengakhiri rencana menggabungkan aset telekomunikasi mereka di Asia.


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading