Erick Bikin Holding Pabrik Gula SugarCo, Butuh Duit Rp 23 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 June 2021 14:32
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dalam acara penandatanganan Intercreditor Agreement (ICA) Holding Perkebunan dengan seluruh Anggota Kreditur Sindikasi USD dengan SMBC Singapore selaku Agen Fasilitas.

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding perusahaan perkebunan milik pemerintah, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III berencana untuk melakukan pemisahan entitas (spin off) bisnis produksi gulanya dan membentuk perusahaan baru, SugarCo.

Perusahaan ini ditargetkan bisa mendapatkan investor dari lini bisnis yang sama di tahun ini dengan nilai investasi mencapai Rp 23 triliun.

Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Gani mengatakan saat ini perusahaan telah memiliki sudah memegang non disclosure agreement (NDA) dari sejumlah calon investor yang akan menanamkan modalnya di perusahaan baru ini.


Masuknya investor baru ini tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan Indonesia Investment Authority (INA).

"[Bisnis gula] tujuh PTPN itu kita jadikan satu entitas, jadi namanya SugarCo itu membawahi PG [perusahaan gula]. Jadi dari 40 PG nantinya yang kita kolaborasikan sekitar 35 PG kita akan kolaborasi dengan investor," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (21/6/2021).

Adapun tujuh lini bisnis gila itu ada di PTPN II, PTPN VII (PT BCAN), PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII (PT IGG), dan PTPN XIV.

Dia menyebutkan kehadiran investor ini dibutuhkan lantaran saat ini perusahaan sudah tidak bisa lagi melakukan investasi dengan pinjaman dana dari perbankan dalam rangka program restrukturisasi yang sedang dijalankan.

Sedangkan kebutuhan untuk melakukan pembahanan setidaknya lima pabrik gula dan revitalisasi satu pabrik dibutuhkan dengan dana tak kurang dari Rp 23 triliun.

Dia menyebut, SugarCo ini akan berupa perusahaan patungan dengan kepemilikan yang akan ditentukan nantinya sesuai dengan kepekatan.

"PTPN konsepnya berapa persen, tapi kalau terjadi PTPNĀ arus minoritas 49% dengan opsi buyback," imbuhnya.

Dia menargetkan, dengan adanya pembentukan entitas baru ini akan dapat mendukung swasembada gula dalam negeri dengan target produksi mencapai dua juta ton pada 2025 nanti, sehingga Indonesia dinilai tak lagi membutuhkan gula konsumsi impor.

Menurut perusahaan, saat ini pabrik gula milik PTPN memiliki nilai aset sebesar Rp 17 triliun.

"Saat ini sudah dalam proses beauty contest untuk memilih partner," kata dia.

"Syarat investor bawa uang berapa saham yang kami jual. Sudah undang beberapa investor, NDA sudah ada," tandasnya.

Sebagai informasi, Holding BUMN memang menjadi bagian dari restrukturisasi dan penataan dari perusahaan BUMN yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Erick Sebut Ada Korupsi Terselubung di PTPN, Kok Bisa?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading