Geger Skandal Impor Emas Rp 47 T, Antam Terseret

Market - Ellen Gracia, CNBC Indonesia
19 June 2021 18:45
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan ini, Skandal impor emas ramai diperbincangkan. Isu skandal ini pertama kali muncul dari Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

Bahkan dugaan penggelapan impor emas ini turut melibatkan Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Saat Rapat Kerja dengan Kejaksaan, Arteria Dahlan menyebutkan ada upaya oknum Bea Cukai yang melakukan penghindaran bea masuk dengan mengubah kode HS untuk impor emas tersebut. Impor emas yang seharusnya dikenakan bea masuk 5% berubah menjadi 0% saat tiba di Indonesia.


Adapun impor emas disebut bernilai Rp 47,1 triliun dan berpotensi merugikan negara Rp 2,9 triliun.

"Ada indikasi ada perbuatan manipulasi pak. Pemalsuan, menginformasikan hal yang tidak benar. Sehingga produk tidak dikenai bea impor. Produk tidak dikenai bea impor, produk tidak dikenai pajak penghasilan impor pak. Potensi kerugian negaranya pak Rp 2,9 triliun. Ini bukan uang kecil pak di saat kita lagi susah," lapornya ke Kejagung dalam rapat tersebut.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan pun angkat bicara mengenai tudingan tersebut. Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Kemenkeu Syarif Hidayat menegaskan hal tersebut tidak benar.

Pasalnya, DJBC melakukan penilaian klasifikasi impor emas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Pengklasifikasian yang dilakukan oleh Bea Cukai sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Penjelasan Ditjen Bea dan Cukai
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading