Kompak! Saham Grup MNC & Grup Lippo Nyungsep & Ada yang ARB

Market - adf, CNBC Indonesia
16 June 2021 10:10
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham dua perusahaan konglomerat besar, Grup MNC dan Grup Lippo, ambles ke zona merah, pada perdagangan pagi ini, Rabu (16/6/2021). Beberapa di antaranya ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Berikut saham-saham emiten Grup MNC yang anjlok, pukul 09.41 WIB:

  1. MNC Investama (BHIT), saham -6,90%, ke Rp 108, transaksi Rp 11 M


  2. Bank MNC Internasional (BABP), -6,86%, ke Rp 326, transaksi Rp 8 M

  3. MNC Kapital Indonesia (BCAP), -6,86%, ke Rp 163, transaksi Rp 1 M

  4. MNC Vision Networks (IPTV), -0,74%, ke Rp 270, transaksi Rp 4 M

  5. MNC Studios International (MSIN), -0,62%, ke Rp 160, transaksi Rp 530 juta

  6. Media Nusantara Citra (MNCN), -0,50%, ke Rp 1.000, transaksi Rp 4 M

Amblesnya saham-saham Grup besutan taipan Hary Tanoesoedibjo ini tampaknya terjadi seiring para pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking), setelah dalam beberapa waktu terakhir saham-saham tersebut melaju kencang.

Saham BHIT menjadi yang paling ambles, dengan anjlok hingga menyentuh batas ARBĀ 6,90% ke Rp 108/saham. Ini membuat saham emiten holding Grup MNC ini menjadi top losers pagi ini.

Praktis, saham BHIT sudah anjlok selama 4 hari beruntun dengan ARB sebanyak 3 kali, sejak suspensi dibuka oleh bursa pada Jumat (11/6) pekan lali. Dalam sepekan, saham BHIT ambrol 24,48%, sementara dalam sebulan 'terbang' 111,76%.

Setali tiga uang, saham BABP juga menyentuh ARB 6,86% ke Rp 163/saham. Ini adalah kali keempat saham BABP anjlok ke zona merah. Alhasil, dalam sepekan saham ini melorot 20,49%, sementara dalam sebulan 'meroket' 283,53%.

Sentimen yang paling mendorong saham-saham Grup MNC akhir-akhir ini ialah kabar bank yang telah resmi mendapatkan lisensi digital onboarding dari OJK.

Lisensi ini memungkinkan MNC Bank untuk sepenuhnya mendigitalisasi pembukaan rekening simpanan (digital onboarding) dan mendigitalisasi layanan perbankannya dengan sebutan Motion Banking by MNC Bank. Pada April lalu, Bank MNC memang sudah mengajukan izin digital onboarding untuk aplikasi Motion kepada OJK.

Kemudian, berikut saham-saham Grup Lippo yang ambles:

  1. Matahari Putra Prima (MPPA), -6,09%, ke Rp 1.080, transaksi Rp 19 M

  2. First Media (KBLV), -6,02%, ke Rp 625, transaksi Rp 267 juta

  3. Bank Nationalnobu (NOBU), -5,07%, ke Rp 1.030, transaksi Rp 351 juta

  4. Multipolar (MLPL), -2,96%, ke Rp 655, transaksi Rp 213 M

  5. Star Pacific (LPLI), -2,72%, ke Rp 358, transaksi Rp 190 juta

  6. Link Net (LINK), -2,26%, ke Rp 4.330, transaksi Rp 4 M

  7. Lippo Cikarang (LPCK), -2,14%, ke Rp 1.145, transaksi Rp 317 juta

  8. Matahari Department Store (LPPF), -1,34%, ke Rp 1.845, transaksi Rp 5 M

  9. Lippo Karawaci (LPKR), -0,54%, ke Rp 183, transaksi Rp 8 M

  10. Lippo General Insurance (LPGI), -0,52%, ke Rp 3.860, transaksi Rp 386 ribu

Mengacu pada data di atas, saham emiten pengelola gerai Hypermart, MPPA, menjadi yang paling ambles, dengan melorot 6,09% ke Rp 1.080/saham. Dengan ini, saham MPPA sudah berkubang di zona merah selama 3 hari beruntun.

Alhasil, saham MPPA menyusut 7,69% dalam sepekan, sementara dalam sebulan masih melonjak 23,43%.

Kabar terbaru, MPPA akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 752.914.792 saham.

Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 10% saham baru dari jumlah saham perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Rencananya, pelaksanaan private placement akan dilaksanakan dalam rentang dua tahun sejak persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada tanggal 16 Juli 2021.

Tidak hanya MPPA, saham KBLV juga ambles 6,02% ke Rp 625/saham. Para pelaku pasar tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking), setelah saham ini melonjak selama 3 hari beruntun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading