Otto Sugiri 'Sesepuh' Teknologi RI, jadi Crazy Rich dari DCII

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 June 2021 17:00
Otto Sugiri Founder DCII dan EDGE. (Dok: DCII)

Jakarta, CNBC Indonesia- Baru-baru ini jagat pasar modal dihebohkan oleh satu nama yakno Otto Toto Sugiri. Pria yang lahir 23 September 1953 ini menjadi viral karena harga saham emiten yang dimiliki oleh Otto terbang sangat tinggi.

Catat saja saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dimilikinya terbang 11.964% sejak pertama melantai 2020 silam, sedangkan emiten lain milik Otto PT Indointernet Tbk (EDGE) juga melesat kencang 409% sejak pertama kali IPO.

Meskipun demikian ternyata tak banyak investor yang mengenal Otto meskipun ternyata pria kelahiran Bandung ini merupakan sesepuh di bidang teknologi di Indonesia yang sudah melanglang buana di sektor teknologi sejak 1989 dan menjadi pencetus berbagai perusahaan historis.


Otto merupakan pendiri perusahaan pusat data Sigma Cipta Caraka dimana perusahaan saat itu mengembangkan software untuk digunakan bisnis seperti bank untuk mempermudah operasional bisnis tersebut.

Bahkan klienya tak hanya datang dari dalam negeri akan tetapi juga dari luar negeri sehingga ketika krisis moneter 1998 menyerang dan perusahaan-perusahaan lain gulung tikar, Sigma tetap mampu bertahan karena memiliki cadangan dolar AS yang cukup.

Di tengah kesibukanya di Sigma, Otto bahkan sempat mendirikan perusahaan penyedia jasa internet pertama di Indonesia yakni Indonet pada tahun 1995 sebelum akhirnya baru-baru ini melantai dengan kode emiten EDGE dan kemudian dijual ke perusahaan Digital Edge Limited asal Hong Kong dimana pria lulusan RWTH Aachen German University ini meraup hampir Rp 1 triliun dari penjualan ini.

Barulah pada tahun 2007 akhirnya Otto berpisah dengan perusahaan yang membesarkan namanya ini karena pemerintah melalui Telkom Indonesia ingin mengembangkan sektor teknologi di dalam negeri sehingga mengakuisisi Sigma dan mengubahnya menjadi Telkom Sigma.

Keseriusan pemerintah dalam mengembangkan sektor teknologi inilah yang disebut-sebut akhirnya meluluhkan hati Otto untuk melepas perusahaanya ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kedua terbesar di Indonesia ini.

Selepas melakukan penjualan Sigma, Otto kembali mendirikan dan mendanai perusahaan teknologi yakni perusahaan data center tier 4 pertama di Indonesia bermodal senilai US$ 200 juta bernama DCI Indonesia yang akhirnya memperkaya Otto triliunan pasca di borong sahamnya diborong oleh Anthony Salim.

Prospektus IPO DCII menyebutkan produk pendiri perusahaan yakni Toto Sugiri, salah satu tokoh data center dan perusahaan teknologi di Tanah Air.

Dia lahir pada tahun 1953, berkewarganegaraan Indonesia, menjabat sebagai Presiden Direktur DCII.

Dia memperoleh gelar Master di bidang computer engineering dari RWTH Aachen German University, Jerman pada 1980. Mengawali kariernya sebagai IT General Manager PT Bank Bali pada tahun 1983.

Kemudian menjabat sebagai Direktur PT Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989 sampai tahun 2010. Dia merupakan pendiri dari PT Indointernet Tbk (EDGE) dan Bali Camp (di bawah PT Sigma Cipta Caraka). Dia mulai bergabung menjadi Komisaris DCII pada tahun 2012 dan menjabat sebagai Presiden Direktur DCII pada tahun 2016 sampai sekarang.

Lantas berapa valuasi sahamnya di DCII?

Per Mei, laporan terbaru menyebutkan Otto masih memegang 712.784.905 atau 29,9%. Dengan harga IPO Rp 420, valuasi awal uangnya hanya Rp 299 miliar. Setelah saham DCII di level Rp 50.250, maka valuasi Otto melesat menjadi Rp 36 triliun atau setara US$ 2,48 miliar (kurs Rp 14.500, artinya cuannya tembus Rp 35,70 triliun.

Ini belum ditambah dengan penjualan sahamnya sebesar 102.270.449 kepada Salim.

Jika dibandingkan dengan daftar orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes tahun 2020 lalu, dengan kekayaan sebanyak ini, pria lulusan Jerman yang berusia 68 tahun ini akan bertengger di peringkat 12, berada di atas Martua Sitorus, taipan perkebunan sawit dengan kekayaan US$ 2 miliar.

Selain di DCII, Toto juga memiliki jumlah saham yang signifikan di Indointernet (EDGE).

Meskipun begitu jumlah kekayaan Toto dari EDGE tidak sebesar dari DCII, mengingat kapitalisasi pasar EDGE hanya sepersepuluh dari DCII.

Kekayaan Toto dari EDGE ditaksir mencapai Rp 2 triliun atau setara US$ 138,43 juta, dalam bentuk kepemilikan 16,56% saham EDGE yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp 12 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading