SP Sebut Giant PHK 7.000 Karyawan, Ini Rencana Baru HERO!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 June 2021 16:33
Suasana pusat perbelanjaan di Giant Ekspres Kemayoran terlihat sepi pengunjung, Jakarta, Senin (31/5/2021). PT Hero Supermarket TbkTbk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia pada bulan Juni mendatang.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menyebutkan akan memberikan kesempatan kepada karyawan Giant untuk dapat melamar pekerjaan kembali di lini bisnis milik perusahaan yang lain usai penutupan untuk selama-lamanya gerai Giant.

Ini merupakan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan karena perusahaan memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant per Juli 2021 dan menggantinya dengan gerai Hero Supermarket dan IKEA.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Hero menyebut telah menyampaikan rencana tersebut kepada karyawannya demi memastikan masa transisi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan tetap memperlakukan karyawan dengan adil dan rasa hormat.


"Karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis kami yang lain. Kami juga berharap dapat menyediakan peluang baru seiring dengan pengembangan bisnis kami lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan positif yaitu Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket," tulis manajemen, Selasa (14/6/2021).

Namun demikian, perusahaan tak memberikan kepastian berapa banyak karyawan tersebut akan diterima kembali dalam bisnis perusahaan yang masih berjalan saat ini.

"Selain itu, kami berharap akan ada kesempatan kerja bagi sejumlah karyawan kami yang bekerja di gerai yang mungkin akan diambilalih oleh perusahaan ritel lainnya," jelas manajemen.

Seperti diketahui, keputusan penutupan seluruh gerai Giant mulai Juli mendatang akan berimbas pada nasib seluruh karyawan.

Data Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) yang menjadi induk Serikat Pekerja Hero Supermarket menyebut bahwa mulanya Giant memiliki karyawan sekitar 15.000 orang.

Namun, karena mengalami kerugian, maka sejak 2 tahun lalu perusahaan mulai mengurangi karyawan, baik karyawan tetap maupun kontrak.

Bagi karyawan tetap, manajemen di antaranya menawarkan pensiun dini. Sekitar setengahnya sudah keluar. Kini, perusahaan bakal melepas sisanya, yakni mencapai 7.000 karyawan.

Berdasarkan laporan keuangan HERO, sejak akhir periode Desember 2017 hingga 31 Maret 2021 perusahaan telah mengurangi jumlah karyawan hingga 6.667 orang.

Pengurangan jumlah karyawan ini tampaknya terus dilakukan perusahaan. Menurut laporan keuangan 31 Desember 2018 jumlah karyawan sebanyak 13.734 orang, turun dari Desember 2017 yang sebanyak 14.642 orang.

Kemudian pada tahun berikutnya di 2019 jumlah karyawannya turun lebih banyak menjadi 9.917 orang karyawan.

Sepanjang 2020, tidak terjadi pengurangan karyawan namun dalam periode 3 bulan di awal tahun ini jumlah yang dikurangi mencapai 1.942 orang. Pada Desember 2020, jumlah karyawan masih 9.917 orang dan pada Maret 2021 menjadi 7.975 orang.

Perusahaan pun telah mendapatkan panggilan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terkait dengan PHK terhadap lebih dari 7.000 karyawannya ini.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan dalam panggilan tersebut pihak manajemen Hero Supermarket akan berupaya menempatkan eks pekerja Giant ke unit usaha lain dari perusahaan tersebut.

"Namun nanti akan ada waktu tunggu dalam proses penempatan unit usaha lain tersebut. Oleh karananya, kita membekali mereka keterampilan sembari menunggu waktu tersebut," kata Indah dalam keterangannya awal bulan ini.

Kemnaker berencana memberikan pelatihan vokasi bagi pekerja Giant yang mengalami PHK. Dengan begitu, pekerja yang ter-PHK dapat meningkatkan atau alih keterampilan, sehingga dapat masuk kembali ke pasar kerja atau berwirausaha mandiri.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wah! HERO Tutup Semua Gerai Giant di Juli 2021


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading