Sejak 2015, 3.000 Kantor Cabang Bank di RI Tutup

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 June 2021 16:55
[DALAM] Nasib Digital Banking di Masa Depan

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan saat ini bank-bank mulai enggan untuk membuka kantor cabang baru. Bahkan jumlah kantor cabang perbankan juga telah mengalami penurunan lebih dari 3.000 kantor cabang dalam waktu hampir enam tahun terakhir.

Deputi Direktur dan Perbankan Internasional OJK Tony mengatakan maraknya transaksi perbankan secara digital mendorong bank-bank memilih untuk tidak membuka kantor cabang baru karena dinilai tidak efisein.

"Dalam beberapa tahun terakhir sangat marak transaksi yang dilakukan di berbagai bank melalui mobile app mereka. Akibat maraknya transaksi melalui mobile mereka, itu berdampak bahwa masyarakat itu semakin jarang ke kantor cabang bank sehigga bank melihat pendirian kantor cabang menjadi tidak efisien dan mereka mulai menutupi sejumlah kantor dan meulai beralih ke layanan elektronik," kata Tony dalam webinar Kolaborasi Bank Digital dan Fintech Dalam Menopang Perekononian Nasional di kanal Youtube Berita Satu, Kamis (10/6/2021).


Dari bahan paparan yang disampaikan oleh OJK, jumlah kantor cabang perbankan per Maret 2021 berjumlah sebanyak 29.889 kantor cabang. Jumlah ini turun dari posisi Desember 2020 yang sebanyak 30.733 kantor cabang.

Penurunan ini juga sejalan dengan berkurangnya jumlah bank umum dari sebelumnya 109 bank di akhir tahun lalu menjadi 107 bank di akhir kuartal I-2021 lalu.

Sedangkan sedang akhir 2015, tercatat yang masih beroperasi sebanyak 32.963 kantor cabang dari 118 bank umum yang beroperasi di Indonesia.

Adapun penurunan jumlah kantor cabang ini tak lepas dari maraknya transformasi digital yang dilakukan bank di Indonesia. Bahkan ada juga bank yang mengklaim saat ini sduah menjadi bank yang full digital.

"Bahkan ada yang mengatakan sudah menjadi bank yang fully digital," ungkap dia.

Setidaknya saat ini sudah lima bank yang menobatkan diri sebagai bank digital, antara lain:

  1. Jenius, dari PT Bank BTPN Tbk (BTPN)
  2. Wokee, dari PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP)
  3. Digibank, dari Bank DBS
  4. TMRW, dari Bank UOB
  5. Jago, dari PT Bank Jago Tbk (ARTO)


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading