Net Buy-Sell

IHSG Dapat 4 Jempol! Asing Borong BBCA-ANTM, Jual EXCL-TLKM

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
02 June 2021 16:34
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir semarak pada perdagangan Rabu (31/5/2021), setelah libur sehari dalam rangka Hari Lahir Pancasila.

Indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup melesat 1,41% ke level 6.031,58 dan kembali menyentuh ke level psikologis di atas 6.000.

Data perdagangan mencatat sebanyak 356 saham menguat, 164 saham melemah dan 131 lainnya mendatar. Nilai transaksi hari ini kembali naik menjadi Rp 14,8 triliun dan investor asing kembali melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp 595 miliar.


Asing tercatat mengoleksi beberapa saham, di mana saham bank PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi incaran aksi beli asing pada hari ini. Selain itu, saham emiten gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang sebelumnya sempat dilepas, kini kembali dikoleksi oleh asing.

Adapun saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada perdagangan Rabu (2/6/2021) hari ini adalah:

Namun pada hari ini, asing melepas tiga saham telekomunikasi dan pendukungnya, yakni saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Berikut saham-saham yang dilepas oleh asing pada perdagangan hari ini.

Sentimen positif berasal dari dalam negeri, di mana IHS Markit merilis indeks aktivitas sektor manufaktur per Mei yang menguat, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) Indonesia periode tersebut di level 55,3 atau melesat dibandingkan April yang di level 54,6.

Angka PMI di atas 50 mengindikasikan ekspansi, dan di bawah itu menunjukkan kontraksi. PMI manufaktur bulan Mei tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Republik ini, menggeser angka pada April yang juga sempat menjadi yang tertinggi sepanjang masa.

 Terus meningkatnya ekspansi sektor manufaktur tentunya menjadi kabar bagus bagi Indonesia, dan memperkuat optimisme akan lepas dari resesi di kuartal II-2021. Sektor manufaktur berkontribusi sekitar 20% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Selanjutnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi Indonesia periode Mei 2021. Hasilnya tidak jauh dari ekspektasi pasar.

BPS melaporkan terjadi inflasi 0,32% pada Mei 2021 dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Sementara dibandingkan Mei 2020 (year-on-year/yoy), laju inflasi tercatat 1,68%.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan laju inflasi bulan kelima tahun ini di 0,305% mtm. Sementara laju inflasi dibandingkan Mei 2020 diperkirakan sebesar 1,67%.

Inflasi inti dilaporkan tumbuh 1,37% YoY, sama persis dengan konsensus. Kenaikan inflasi tersebut bisa menjadi indikasi daya beli masyarakat yang membaik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading