Sukses IPO, Siapa Keluarga Misterius di Balik Monde Nissin?

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
02 June 2021 16:10
CEO Monde Nissin, Henry Soesanto/Dok Monde Nissin

Jakarta, CNBC Indonesia - Monde Nissin, produsen mi instan Lucky Me! dan makanan olahan non-daging Quorn berhasil mencatatkan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) terbesar di Bursa Efek Filipina (Philippine Stock Exchange).

Perusahaan biskuit yang dimiliki oleh keluarga Indonesia-Filipina akhirnya go public di Filipina dengan mengumpulkan dana IPO 48,6 miliar peso Filipina atau sekitar US$ 1 miliar (setara dengan Rp 14,30 triliun, kurs Rp 14.300/US$).

Meski melantai di Bursa Filipina, pebisnis asal Indonesia memiliki peran besar untuk turun tangan dalam membesarkan perusahaan merek mi instan nomor satu di Filipina ini.


Hal ini terlihat dari hanya satu dari enam pemegang saham terbesar perusahaan yang merupakan warga negara Filipina, yaitu Betty T. Ang yang menjabat sebagai direktur dan presiden, dengan lima lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Situs resmi Monde Nissin mencatat, Betty Ang merupakan istri dari Hoediono Kweefanus, keluarga besar Kweefanus yang juga merupakan salah satu pemilik PT Khong Guan Biscuit Indonesia.

Hoediono Kweefanus (69 tahun) yang merupakan wakil direktur utama beserta Hartono Kweefanus (71 tahun) yang bertindak sebagai direktur utama merupakan warga negara Indonesia dan pemegang saham utama Monde Nissin yang merupakan anak dari pendiri perusahaan.

Hoediono Kweefanus juga menjadi presiden dan direktur di beberapa perusahaan grup yakni PT Nissin Biscuit dan PT Monde Makkota, lalu direktur Monde Nissin Singapore Pte. Ltd., Monde Nissin International Investments Ltd., Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd., Monde Nissin New Zealand Limited, KBT International Holdings, Inc., Monexco International Ltd., dan Monde Nissin (Thailand) Co. Ltd.

Sementara Hartono Kweefanus (Chairman of the Board Monde Nissin) juga menjadi direktur di Monde M.Y. San Corporation, PT Khong Guan Biscuit Indonesia, dan KBT International Holdings, Inc., serta Direktur Monde Land, Inc.

Adapun CEO Monde Nissin dijabat Henry Soesanto.

Mengutip situs resmi Monde Nissin, Henry merupakan orang yang cukup penting di Monde, baik di kantor pusat maupun di cabang-cabang internasionalnya.

Ia menjadi petinggi di beberapa perusahaan cabang seperti Monde Land, Inc., Monde Rizal Properties, Inc., Monde Nissin Singapore Pte. Ltd., Monde Nissin UK Ltd., Monde Nissin International Investments Ltd., Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd., Monde Nissin New Zealand Limited, All Fit & Popular Foods Inc.

Henry juga mengenyam bangku perkuliahan strata satunya di Institut Teknologi Surabaya. Ia lalu melanjutkan studi masternya dalam jurusan Teknik Kimia dan menyelesaikan eCornell University, Program Sertifikat Nutrisi Berbasis Tanaman di Amerika Serikat.

Monde Nissin awalnya didirikan oleh pengusaha Indonesia Hidajat Darmono yang juga dikenal sebagai Kwee Boen Twie pada tahun 1979 yang berfokus pada industri makanan dan minuman ringan.

Perusahaan tersebut awalnya berdiri dengan nama Monde Denmark Nissin Biscuit Corporation dengan produk pertama Nissin Butter Coconut Biscuits and Nissin Wafers.

Selain memiliki afiliasi tidak langsung dengan Khong Guan, pada tahun 2016, Monde Nissin menandatangani perjanjian usaha patungan dengan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen produk roti terbesar di Indonesia pemilik merek dagang Sari Roti untuk mendirikan Sarimonde Foods Corporation.

Khong Guan merupakan perusahaan yang didirikan di Singapura oleh imigran asal Fujian, Tiongkok dan sempat berpindah ke Malaysia ketika Jepang menginvasi Singapura sebelum menjadi sangat besar di pasar Indonesia.

Keluarga besar pemilik Monde Nissin ini memang sangat jarang muncul ke hadapan publik.

Majalah Forbes bahkan menjuluki konglomerat ini sebagai salah satu taipan paling misterius di Asia.

Pada tahun 2017 Forbes memperkirakan total kekayaan Hartono Kweefanus mencapai US$ 540 juta setara Rp 7,83 triliun, sedangkan kekayaan Betty Ang dan suami Hoediono Kweefanus ditaksir mencapai US$ 880 juta atau setara Rp 12,76 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Saham Negerinya Duterte Melesat, Ternyata Ini Pemicunya


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading