Roundup

Di Balik IPO Terbesar ASEAN, Ada Keluarga RI-Filipina!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
03 June 2021 07:40
Betty T. Ang, Direktur Monde Nissin/dok Monde Nissin/Forbes

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang dari Manila, Filipina. Perusahaan konsumer yang dibangun oleh keluarga pebisnis Indonesia-Filipina berhasil mencatatkan saham Bursa Efek Filipina (Philippine Stock Exchange) lewat mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Itu menjadi IPO terbesar di Bursa Efek Filipina tahun ini.

Perusahaan tersebut yakni Nissan Monde Corporation yang tercatat pada Selasa (1/6/2021) dengan kode saham Monde. Data Bursa Filipina mencatat, saham Monde stagnan di level 13,48 peso Filipina pada perdagangan Rabu kemarin (2/6/2021). Harga saham itu setara Rp 4.017/saham (kurs Rp 298/peso).


Monde Nissin adalah produsen mi instan Lucky Me!, merek ikonik di Asia Tenggara yang bersaing dengan brand Indomie milik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Produsen makanan olahan daging Quorn ini akhirnya go public di Filipina dengan mengumpulkan dana IPO 48,6 miliar peso Filipina atau sekitar US$ 1 miliar (setara dengan Rp 14,30 triliun, kurs Rp 14.300/US$).

Menurut Dealogic, IPO Moden Nissin ini menandai penawaran umum perdana terbesar di negara itu, dan masuk dalam daftar perusahaan makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara.

"Sebagian besar dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan produksi barang-barang konsumen perusahaan, terutama Quorn, kata CEO Monde Nissin Henry Soesanto, dikutip CNN Business, Kamis (3/6/2021).

Henry adalah orang Indonesia dan menjadi petinggi di beberapa perusahaan grup di antaranya di Monde Land, Inc., Monde Rizal Properties, Inc., Monde Nissin Singapore Pte. Ltd., Monde Nissin UK Ltd., Monde Nissin International Investments Ltd., Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd., Monde Nissin New Zealand Limited, All Fit & Popular Foods Inc. Dia adalah lulusan Institut Teknologi Surabaya, sebagaimana dikutip dalam situs resmi Monde Nissin.

Monde Nissin mengakuisisi merek ayam 'tanpa daging' yakni Quorn yang berbasis di Inggris pada 2015 seharga £550 juta atau sekitar US$ 847 juta pada saat itu, atau sekitar Rp 12 triliun. Quorn merupakan 'daging' yang berasal dari jamur yang difermentasi.

Dengan ruang protein alternatif yang siap untuk pertumbuhan eksplosif selama 10 tahun ke depan, "kami tidak ingin melewatkan kesempatan itu," kata Soesanto kepada CNN Business dalam sebuah wawancara dari Manila.

"Kami pikir [peningkatan] kapasitas [produksi] sangat penting untuk dua hingga tiga tahun ke depan, setidaknya untuk tumbuh dengan kecepatan yang sama dengan sektor ini."

Perusahaan juga ingin meningkatkan penjualan mi instannya di Asia, yang digambarkan sebagai "bisnis inti" mereka.

NEXT: Mau Dual Listing di AS-London

Cerita Rencana Dual Listing di AS-London
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading