Begini Komentar Erick Saat Sinovac Sudah Dapat Restu WHO

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 June 2021 16:00
Samples of Sinovac vaccine are displayed at Suvarnabhumi airport in Bangkok, Thailand, Wednesday, Feb. 24, 2021, aheads of the arrival of first shipments of 200,000 doses of the Sinovac vaccine and 117,000 doses of the AstraZeneca vaccine on Feb. 24. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan respons pengakuan WHO terhadap vaksin Sinovac dan Sinopharm, yang mendapatkan restu untuk penggunaan darurat atau Emergency Use Listing Procedure (EUL).

Menurut Erick, pengakuan WHO terhadap kedua vaksin ini untuk EUL, meredakan pertanyaan-pertanyaan dari publik yang selama ini masih mempertanyakan keamanan dari vaksin tersebut.

"Tentu hasil kerja keras ini benar-benar kolaborasi antara tiga kementerian yaitu Kemenlu, Ibu Retno selaku representasi Indonesia di GAVI dan COVAX, kemudian juga tentu Pak BGS [Budi Gunadi Sadikin] di kesehatan yang terus mendorong bagaimana Sinovac bisa masuk list yang baik sehingga rakyat merasa aman," kata Erick ke Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).


Dengan didapatkan EUL dari WHO untuk dua vaksin yang paling banyak digunakan di Indonesia ini akan semakin membuka hubungan Indonesia dengan negara lain di dunia yang saat ini masih memberikan pembatasan.

"Ini mudah-mudahan juga bisa membantu ke depan daripada untuk masyarakat Indonesia bisa melakukan perjalanan apakah di dalam negeri atau luar negeri. Tentu pasti ada pihak-pihak yang untuk disinkronisasikan," jelasnya.

Adapun WHO menyetujui penggunaan darurat vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech pada Selasa (1/6/2021). Ini menjadi vaksin kedua buatan China yang diperbolehkan digunakan di negara-negara miskin.

Ahli independen WHO mengatakan mereka merekomendasikan penggunaan vaksin Sinovac untuk orang dewasa di atas 18 tahun. Selain itu tidak ada batasan usia atas karena data memperlihatkan kemungkinan efek perlindungan pada orang tua.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut baik langkah tersebut. Ia menyebut vaksin itu aman dan efektif dan mencatat persyaratan penyimpanannya yang mudah membuatnya cocok untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

"Sekarang penting untuk memberikan alat penyelamat ini kepada orang-orang yang membutuhkannya dengan cepat," katanya dalam sebuah pengarahan, dikutip dari Reuters.

Vaksin Sinovac nantinya akan dimasukan dalam COVAX, program global yang menyediakan vaksin terutama untuk negara-negara miskin, yang tengah menghadapi masalah pasokan utama karena pembatasan ekspor India.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Malaysia Bisa Batal Beli Vaksin Sinovac, Ringgit kok Menguat?


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading