Minat Investor ke Saham Bank Susut, Apa Gegara Kripto?

Market - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
31 May 2021 19:21
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena merosotnya valuasi emiten-emiten perbankan di bursa tengah menjadi sebuah pertanyaan besar yang diperbincangkan para investor.

Beberapa menganggap bahwa penurunan ini terjadi karena alasan ekonomi RI yang masih dalam resesi. Bahkan ada juga yang menganggap pindahnya investor ritel ke mata uang kripto menjadi alasan besar dibalik kemerosotan ini.

Melihat fenomena ini, Christopher Andre Benas VP Equity Research RHB Sekuritas, mengatakan bahwa memang ada beberapa alasan yang membuat saham-saham bank khususnya empat big cap (BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI) memiliki performa yang kurang memuaskan.


Pertama, Christopher menyebut bahwa isu ekonomi yang lesu masih menjadi sentimen buruk bagi kelajuan saham-saham perbankan di Indonesia. Hal ini lebih lanjut juga membuat para pelaku asing mulai segera meninggalkan bank-bank Indonesia

"Kita musti melihat lagi volume perdagangan, prospek ekonomi. Jadi ini kan perbankan sensitif ke isu ekonomi ya kalau sekarang kan outlook-nya belum jelas," sebutnya dalam program Investime CNBC Indonesia, Jumat (28/5/2021).

Selain itu, ia juga menyebut bahwa bergesernya investor ritel ke mata uang kripto juga menjadi salah satu katalis negatif bagi pergerakan saham-saham perbankan.

"Dari ritel mungkin karena terganggu kripto," sebutnya.

Dari fenomena ini, Christopher beranggapan bahwa saat ini merupakan saat yang terbaik untuk mengoleksi saham perbankan, terutama saham 4 perusahaan perbankan big caps. Hal ini dimotori oleh prediksi ekonomi semester kedua yang diperkirakan akan membaik.

"Kalau saya cenderung big four ini layak untuk diakumulasikan," tambahnya. "Saya optimis di second half akan mampu perform bagus."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading