CEO Binance Sesumbar Tidak Ada yang Bisa Mematikan Bitcoin Cs

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
28 May 2021 18:20
Gambar Cover, Uang Kripto Foto: Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa pekan terakhir harga mata uang kripto mengalami turbulen keras, sentimen negatif datang dari kanan dan kiri mulai dari cuitan Bos hingga pengetatatn peraturan yang dilakukan oleh Pemerintah China.

Akan tetapi CEO Binance, Changpeng "CZ" Zhao, mengatakan mustahil bagi satu entitas untuk mematikan bitcoin dan teknologi blockchain yang mendasarinya, dan mengatakan pemerintah negara bagian dan regulator harus merangkul teknologi blockchain dan mata uang kripto.

"Saya rasa tidak ada orang yang bisa mematikan (bitcoin) saat ini, mengingat bahwa teknologi ini, konsep ini, sudah ada di kepala 500 juta orang," kata CZ dalam wawancara di acara konferensi virtual Konsensus 2021 CoinDesk . "Kamu tidak bisa menghapus itu (dari kepala orang banyak)."


Perang melawan bitcoin dan aset kripto lainnya yang saat ini terjadi serupa dengan menolak untuk menerima model bisnis internet yang dilakukan raksasa e-commerce Amazon ketika pertama kali memulai bisnis pada awal 1990-an, menurut CZ.

Mata uang kripto hadir bukan untuk membunuh sistem keuangan tradisional atau mata uang fiat yang didukung pemerintah, tetapi untuk memberikan lebih banyak "kebebasan uang".

Mata uang kripto "hanyalah alat baru yang dapat meningkatkan kebebasan (penggunaan) uang di seluruh dunia," kata Zhao kepada penasihat CoinDesk Nolan Bauerle. "Saya tidak melihat mereka bersaing dengan regulator ... dan terdapat cara bagi kita untuk bisa bekerja sama."

Klaim CZ datang setelah Binance, bursa mata uang kripto terbesar berdasarkan volume, menghadapi pengawasan peraturan yang semakin ketat. Bitcoin dan aset kripto lainnya menghadapi rintangan regulasi setelah kepopulerannya meningkat tajam tahun ini.

Tidak hanya regulator di China dan AS; entitas pemerintah di seluruh dunia telah mengajukan pertanyaan tentang operasi bisnis Binance, sebuah perusahaan yang mengklaim tidak memiliki kantor pusat di negara atau wilayah tertentu.

CZ mengatakan perusahaannya tidak bermaksud untuk melawan pemerintah atau negara mana pun, menambahkan keraguan bahwa operasi Binance dilandasi oleh peraturan yang jelas.

"Kami tidak menentang pemerintah," kata CZ. "Ada kalanya regulator atau aturan yang dikeluarkan tidak terlalu jelas. Hal tersebut masih coba dibangun di berbagai belahan dunia sehingga masih terdapat zona abu-abu. Tapi [kami] harus tetap bereksperimen dan bekerja sama untuk memperoleh (aturan jelas)."

'Jalan Ninja' Binance
CZ tampaknya tidak memiliki strategi yang jelas untuk perusahaannya, meskipun Binance sangat terlibat dalam hampir setiap tren inovasi kripto, baik itu keuangan terdesentralisasi (DeFi) atau non-fungible token (NFT).

"Saya tidak cukup pintar untuk memprediksi apa yang akan terjadi, mana yang akan populer, mana yang akan dipilih pengguna," kata CZ. "Cara Binance bekerja adalah hanya dengan eksperimen sebanyak-banyaknya.

CZ mengatakan dia telah mencoba untuk membuat lebih sedikit keputusan "top-down", terutama terkait apa yang dia sebut sebagai 'proyek besar' seperti Binance Smart Chain (BSC), teknologi blockchain publik yang digadang-gadang dapat menjadi saingan kompetitif bagi blockchain Ethereum.

CZ menambahkan bahwa BSC bukan idenya dan ia tidak tahu itu berasal dari siapa.

Klarifikasinya tampaknya merupakan tanggapan atas meningkatnya jumlah peretasan atau eksploitasi baru-baru ini pada protokol DeFi yang dibangun di atas jaringan BSC, termasuk beberapa eksploitasi moneter terbesar dalam sejarah DeFi.

Dengan nama BSC terkait secara langsung dengan Binance, banyak yang mengkritik CZ dan menuntut dia beserta Binance bertanggung jawab atas eksploitasi tersebut.

Sebelumnya dikabarkan bahwa platform keuangan terdesentralisasi BurgerSwap kehilangan BNB, ETH, BURGER, token lain lebih dari US$ 7,2 juta (Rp 104 miliar, kurs 14.500) karena serangan siber. Serangan lain terjadi pada Pancake Bunny yang menyebabkan nilainya turun hingga 95% dengan estimasi aset yang hilang mencapai US$ 200 juta (Rp 2,9 triliun).

"Binance Smart Chain adalah blockchain independen, [dan] kami tidak memiliki kendali terhadap hal tersebut," kata CZ.

Namun, CZ mengatakan bahwa dia dan perusahaannya mendapat keuntungan dari kesuksesan BSC karena Binance coin (BNB) adalah kripto asli yang mendukung BSC. Baik CZ dan Binance tetap menjadi pemegang BNB dalam jumlah besar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Dibunuh' China, Catat Alasan 2 Kripto Ini Tak Bisa Digunakan


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading