Bitcoin Cs Bakal Picu Penggunaan Pembangkit Panel Surya

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
28 May 2021 12:25
Representation of the Bitcoin virtual currency standing on the PC motherboard is seen in this illustration picture, February 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Dorongan untuk lebih mengandalkan energi terbarukan dalam proses penambangan Bitcoin dapat membuat industri pembangkit listrik tenaga surya yang selama ini memiliki kinerja buruk menjadi lebih menarik, kata manajer hedge fund terkemuka Cathie Wood pada konferensi kripto yang diadakan oleh Coindesk Kamis (27/5).

Nilai bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, telah turun sekitar 30% bulan ini salah satu alasannya adalah adanya kekhawatiran bahwa dampak negatif terhadap lingkungan membuat perusahaan enggan untuk mengadopsi aset ini ke dalam neraca keuangan mereka.

Miliarder sekaligus CEO Tesla Inc Elon Musk mengatakan dalam tweet pada 13 Mei bahwa Tesla tidak lagi menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran karena jumlah "gila" energi yang digunakan untuk memproduksinya.

Cathie Wood yang meruapak CEO Ark Invest pada konferensi Coindesk's Consensus 2021 menatakan bahwa peralihan ke sumber energi terbarukan yang dilakukan oleh penambang bitcoin "akan mendorong percepatan dalam adopsi energi terbarukan".

Hal tersebut menjadikan industri tenaga surya lebih menarik dan mengatakan, ujar Wood dan menegaskan bahwa Ark saat ini tidak berinvestasi dalam saham tenaga surya karena tidak jelas apakah industri tersebut dapat memperoleh keuntungan dalam lima tahun tanpa subsidi.

Dikutip dari Reuters, saham solar memiliki kinerja buruk di pasar modal setelah reli tahun lalu. The Invesco Solar ETF, misalnya, turun hampir 23% tahun ini, sementara indeks acuan S&P 500 naik hampir 12%.

Wood, yang reksa dana miliknya merupakan dana ekuitas AS dengan kinerja terbaik pada tahun 2020, namanya naik tahun lalu karena berhasil bertaruh pada saham yang berkembang selama pandemi seperti Zoom dan Tesla.

Namun kinerjanya telah mengalami stagnasi sejak awal tahun ini karena saham-saham bagus lain yang cenderung berada di siklus ekonomi sektoral seperti keuangan dan energi, telah membaik.

Reksa dana unggulan Wood (Ark Innovation ETF) turun hampir 30% dari posisi puncak di awal Februari dan turun 10% lebih sedikit sejak awal tahun.

Wood, salah satu pendukung kripto paling diakui di Wall Street, mengatakan bahwa dia mengharapkan bitcoin pada akhirnya dapat mencapai US$ 500.000 yang pada Kamis diperdagangkan di harga sekitar US$ 39.500.

Ark telah mempekerjakan para penambang eter di tim analisnya sebagai bagian dari pelebaran fokus pada kripto. Pada hari sembari memprediksi Wood mengatakan bahwa deflasi akan mengangkat nilai bitcoin dengan memberi tekanan pada mata uang negara-negara pasar berkembang (emerging market) yang bergantung pada komoditas.

"Saya tidak akan terkejut jika beberapa dari bank sentral negara emerging market mulai mengumpulkan Bitcoin dan mata uang lainnya karena mereka jika mereka tahu nilai mata uang mereka turun ... mereka akan diserang ketika cadangan ikut turun," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kripto On Fire! Harga Bitcoin Tembus Rp 670 juta


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading