Tutup Bisnis Broker di RI, Begini 'Isi Dompet' Morgan Stanley

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
28 May 2021 07:40
The corporate logo of financial firm Morgan Stanley is pictured on the company's world headquarters in the Manhattan borough of New York City, January 20, 2015. REUTERS/Mike Segar

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia, broker saham berkode MS secara resmi mengumumkan untuk menghentikan kegiatan perantara perdagangan efek (PPE) atau bisnis broker (brokerage) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh manajemen MS, perusahaan ini akan tetap memfasilitasi perdagangan efek di Indonesia untuk kliennya, dengan bekerjasama dengan broker lokal.

"Morgan Stanley telah memutuskan untuk menghentikan kegiatan perantara pedagang efek di Indonesia. Kami akan tetap memberikan akses ke pasar ekuitas Indonesia kepada klien-klien global kami melalui kerjasama dengan mitra-mitra broker lokal berkelayakan," tulis pernyataan tersebut kepada CNBC Indonesia, Kamis (27/5/2021).


Adapun Riset Morgan Stanley juga akan disediakan dari Singapura. "PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia akan tetap melayani klien-klien bank investasi kami di Indonesia," tulis pernyataan MS.

Bagaimana sebetulnya kinerja keuangan MS?

Sebagai broker Anggota Bursa (AB) atau menjadi pemegang saham BEI, maka Morgan Stanley Sekuritas ikut kewajiban menyampaikan laporan keuangan. Namun pada kuartal I-2021 belum disampaikan.

Tahun lalu, penurunan kinerja sudah terlihat. Laba bersih Morgan Stanley Sekuritas Indonesia di 2020 mencapai Rp 51,20 miliar, turun 17% dari tahun sebelumnya Rp 61,56 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi di BEI, penurunan laba bersih ini sejalan dengan koreksi pendapatan perusahaan. Pendapatan dari lini bisnis brokerage paling besar atau dominan yakni sebesar Rp 104,46 miliar, turun dari sebelumnya Rp 133,68 miliar.

Pendapatan ini terdiri dari transaksi lewat pihak berelasi (Morgan Stanley & Co) Rp 57,14 miliar dari sebelumnya Rp 74,23 miliar dan nasabah kelembagaan sebesar Rp 47,33 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp 59,45 miliar.

Sementara itu, dari bisnis penjamin emisi efek (underwriter) malah naik menjadi Rp 31,78 miliar dari sebelumnya Rp 22,33 miliar di 2019. Dengan demikian jumlah pendapatan usaha MS di tahun 2020 mencapai Rp 136,25 miliar, turun 13% dari tahun sebelumnya Rp 156,01 miliar.

NEXT: Yang Tutup Cuma Izin Brokernya, Underwriter Tetap

Jeroan Keuangan Morgan Stanley
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading