Setahun Beroperasi, PTBA Bisa Punya 40% Saham di DME

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
27 May 2021 11:50
1 tahun Operasi, PTBA-Pertamina Targetkan 40% Saham Proyek Gasifikasi (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengatakan perusahaan berpotensi memiliki 40% saham di proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) setahun setelah proyek ini beroperasi.

Suryo Eko Hadianto, Direktur Utama PTBA, mengatakan itu sudah menjadi syarat dalam perjanjian proyek DME bersama konsorsium PT Pertamina (Persero) dan Air Products. Untuk awal proyek, 100% kepemilikan saham proyek DME ini dimiliki oleh Air Products.

"Syaratnya punya duit, malah yang bikin syaratnya PTBA, kami akan masuk kalau Anda (Air Products) sudah perform. Ini untuk jaga risiko investasi," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (27/05/2021).


Dia pun mengatakan, perusahaan bahkan berpotensi menguasai 100% proyek ini setelah 10 tahun proyek DME ini beroperasi. Namun opsi 100% ini masih dalam wacana.

"Kalau kita sudah masuk, ada opsi berikutnya setelah 10 tahun bisa 100%, tapi ini masih wacana. Tapi yang satu tahun setelah beroperasi (bisa punya saham 40%), sudah tertulis," ungkapnya.

Dia mengatakan, setelah Processing Service Agreement disepakati pada 10 Mei 2021 lalu, kini dilanjutkan dengan studi detail teknis atau Front End Engineering Design (FEED), lalu dilanjutkan dengan proses konstruksi. Pembangunan fisik atau konstruksi proyek ini diperkirakan memakan waktu 3-4 tahun. Lalu, setahun setelahnya dilakukan uji coba.

Bila produktivitas proyek ini sesuai dengan kajian kelayakan (feasibility study/ FS), maka PTBA baru akan masuk menjadi bagian dari pemegang saham proyek DME ini.

"Selama satu tahun uji coba ini, kalau sukses, maka PTBA mungkin 'akan sama-sama masuk menjadi pemegang saham ini', di tahun kedua setelah operasi," ujarnya.

Seperti diketahui, pada 10 Mei 2021 waktu Amerika Serikat PTBA bersama Pertamina dan Air Products telah menandatangani amandemen kerja sama dalam proyek DME ini. Perjanjian ini sekaligus menjadi kesepakatan Processing Service Agreement.

Penandatanganan amandemen perjanjian ini dilakukan secara virtual antara Indonesia dan Amerika Serikat dan disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir di California, Amerika Serikat.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kerja sama ini. Erick menilai, gasifikasi batu bara merupakan salah satu wujud meningkatkan perekonomian nasional secara umum. Selain memaksimalkan potensi yang dimiliki, proyek ini juga akan menghilangkan ketergantungan terhadap proyek impor.

"Gasifikasi batu bara memiliki nilai tambah langsung pada perekonomian nasional secara makro. Akan menghemat neraca perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, dan menghemat cadangan devisa," kata Erick yang mengikuti acara ini dari California, Amerika Serikat, dalam keterangan resminya, Selasa (11/5/2021).

Dia pun optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat besar di tengah usaha membangkitkan perekonomian nasional. Peran Pertamina sebagai perusahaan yang tak hanya bergerak untuk memastikan ketahanan energi namun juga menjadi motor untuk menggerakkan industri energi agar tetap mampu beroperasi optimal.

Seperti diketahui, proyek DME ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2020 lalu. Proyek ini akan dibangun dan beroperasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan selama 20 tahun, dengan mendatangkan investasi asing dari Air Products sebesar US$ 2,1 miliar atau setara Rp 30 triliun.

Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG 1 juta ton per tahun, sehingga ditargetkan dapat memperbaiki neraca perdagangan RI.

Selain itu, proyek ini diharapkan dapat memberikan efek berganda, antara lain menarik investasi asing lainnya dan penggunaan porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di dalam proyek juga dapat memberdayakan industri nasional dengan penyerapan tenaga kerja lokal.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading