Tekor Parah 2 Tahun, Broker Minna Padi Tutup 5 Cabang

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 May 2021 13:35
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menyebutkan perusahaan terpaksa menutup lima kantor cabang yang dinilai kurang bagus kinerjanya dalam rangka pemulihan bisnis perusahaan. Pasalnya selama dua tahun berturut-turut perusahaan mencatatkan rugi di laporan keuangannya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), cabang yang ditutup antara lain cabang Semarang, Surabaya, Bandung, Jakarta Intercon dan Jakarta Kemang.

Ini merupakan bagian dari rencana jangka pendek perusahaan untuk membenahi kondisi internalnya yang merugi sepanjang 2019 dan 2020.


Faktor penyebab kerugian ini antara lain adalah buruknya perekonomian dan penurunan kinerja saham dan reksa dana yang berdampak pada turunnya nilai transaksi nasabah. Selain itu portofolio milik perusahaan juga mengalami penurunan kinerja.

Hal ini disebabkan karena adanya pandemi Covid-19 yang yang berdampak pada kinerja perekonomian dunia.

Untuk itu saat ini perusahaan tengah berbenah dari sisi internal. Selain menutup kantor cabang yang dinilai memiliki kinerja kurang baik, perusahaan juga mengganti sistem baik back office maupun front office dengan vendor baru.

Selain itu perusahaan juga memperbarui platform perdagangan onlinenya dan aplikasinya sehingga nantinya perusahaan akan berfokus pada online trading. Diharapkan perbaharuan ini akan selesai dalam dua bulan ke depan.

Tak hanya merugi, ternyata perusahaan juga mengalami arus kas yang minus hingga Rp 8,53 miliar. Disebutkan bahwa kondisi ini terjadi karena turunnya penerimaan komisi dari perantara perdagangan efek dan perdagangan lainnya.

Pendapatan perusahan dari kegiatan penjaminan emisi efek juga turun drastis dari posisi Rp 1,08 miliar menjadi Rp 78.620 akibat tidak adanya kegiatan penjaminan yang dilakukan.

Pendapatan dari dividen dan bunga juga turun dari Rp 1,72 miliar menjadi Rp 1,08 miliar akibat turunnya setoran dividen dari portofolio bisnis perusahaan.

Untuk membiayai operasionalnya, perusahaan telah mencairakn deposito berjangka yang dimilikinya senilai Rp 3,96 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! Jadi Saudara Robinhood, Ajaib Grup Dapat Modal Rp 1,2 T


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading