Efek Sentimen GoTo, Saham-Saham Bank Mini Bergerak Liar Lagi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 May 2021 10:40
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham bank mini (bank dengan modal inti Rp 1-5 triliun) bergerak beragam pada awal perdagangan hari ini, Jumat (21/5/2021). Sentimen terbaru yang bisa memengaruhi gerak saham bank mini, yang sebagian merupakan bank digital, ialah terkait resminya sinergi antara decacorn penyedia jasa ride-hailing Gojek dan e-commerce Tokopedia di bawah nama GoTo.

Berikut gerak saham bank mini, pukul 10.10 WIB.

  1. Bank Harda Internasional (BBHI), saham +11,06%, ke Rp 1.155, transaksi Rp 2 M


  2. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +2,07%, ke Rp 148, transaksi Rp 121 juta

  3. Bank MNC Internasional (BABP), +1,11%, ke Rp 91, transaksi Rp 9 M

  4. Bank Ganesha (BGTG), +0,88%, ke Rp 114, transaksi Rp 1 M

  5. Bank Amar Indonesia (AMAR), +0,81%, ke Rp 248, transaksi Rp 52 juta

  6. Bank IBK Indonesia (AGRS), +0,81%, ke Rp 500, transaksi Rp 845 juta

  7. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), +0,65%, ke Rp 3.120, transaksi Rp 58 M

  8. Bank Oke Indonesia (DNAR), +0,52%, ke Rp 193, transaksi Rp 28 juta

  9. Bank QNB Indonesia (BKSW), 0,00%, ke Rp 138, transaksi Rp 98 juta

  10. Bank Neo Commerce (BBYB), -0,45%, ke Rp 442, transaksi Rp 333 juta

  11. Bank Capital Indonesia (BACA), -0,51%, ke Rp 390, transaksi Rp 519 juta

  12. Bank Victoria International (BVIC), -0,65%, ke Rp 153, transaksi Rp 534 juta

  13. Bank Bisnis Internasional (BBSI), -0,70%, ke Rp 2.850, transaksi Rp 11 juta

  14. Bank Jago (ARTO), -0,98%, ke Rp 10.100, transaksi Rp 70 M

  15. Bank Ina Perdana (BINA), -1,06%, ke Rp 1.875, transaksi Rp 91 juta

  16. Bank Bumi Arta (BNBA), -1,39%, ke Rp 710, transaksi Rp 1 M

  17. Bank Maspion Indonesia (BMAS), -2,95%, ke Rp 1.810, transaksi Rp 43 juta

Berdasarkan data di atas, dari 17 bank mini yang diamati, 8 saham menguat, 1 stagnan dan 8 saham ambles ke zona merah.

Adapun yang paling terkerek ialah saham bank yang baru saja dicaplok Mega Corpora besutan pengusaha Chairul Tanjung, BBHI, yang naik 11,06% ke Rp 1.155/saham.

Saham BBHI berhasil bangkit setelah sempat mengalami pelemahan selama 4 hari beruntun dalam pekan ini, dengan 2 di antaranya sampai menembus auto rejection bawah (ARB), yakni pada 17 dan 18 Mei.

Dengan ini, saham BBHI masih ambles 10,81% dalam sepekan dan dalam sebulan anjlok 24,51%.

Di posisi kedua, ada saham INPC yang naik 2,07% ke Rp 148/saham, setelah 4 hari 'terpelanting' di zona merah.

Sebenarnya, efek langsung dari bergabungnya Gojek dan Tokopedia di bawah perusahaan holding GoTo akan lebih terasa di saham Bank Jago (ARTO). Ini lantaran Gojek, melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa alias Gopay, memiliki 21,40% saham ARTO.

Bahkan, JP Morgan dalam risetnya, Senin (17/5), menjelaskan, Bank Jago dapat memperluas jangkauan ekosistem bank digital ke Tokopedia pascamerger GoTo.

Namun, setelah sempat naik 1,90% pada 17 Mei, di hari ketika Gojek-Tokopedia mengumumkan peresmian GoTo, saham ARTO anjlok sebanyak 3 kali termasuk hari ini, yang ambles 0,98% ke Rp 10.100/saham.

Adapun kemarin (20/5) saham ARTO ditutup stagnan di Rp 10.200/saham.

Sebelumnya, pada Senin (17/5), Gojek dan Tokopedia membentuh holding GoTo.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan perusahaan, investor yang memberikan restu untuk penggabungan bisnis ini seperti Alibaba Group, PT Astra International Tbk (ASII), BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google dan JD.com.

Lalu juga ada KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Adapun dalam penggabungan ini, nilai total transaksi (gross transaction value/GTV) antara kedua perusahaan hingga akhir tahun lalu lebih dari US$ 22 miliar atau setara dengan Rp 319 triliun (kurs Rp 14.500/US$), dengan lebih dari US$ 1,8 miliar atau Rp 26 triliun pada 2020.

Sedangkan total armada pengemudi terdaftar lebih dari 2 juta dan jumlah mitra pedagangnya (merchants) mencapai 11 juta pada Desember 2020. Jumlah pengguna aktif mencapai 100 juta pengguna aktif bulanan dan ekosistem yang mencakup 2% dari PDB Indonesia.

Sebagaimana diketahui, GoTo memiliki lini bisnis di bidang jasa finansial dengan nama GoTo Finansial yang membawahi layanan GoPay, PayLater, MOKA, Midtrans dan telah bekerja sama dengan lebih dari 20 bank dan institusi keuangan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading