Gainers-Losers

Saham Emiten Tech Jadi Jawara Gaes, Sentul-Lippo Ambruk!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
19 May 2021 12:48
Pecatatan perdana PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) di BEI (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten yang bergerak di bidang pemasaran perdagangan digital, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), berhasil menjadi jawara di paruh pertama perdagangan hari ini, Rabu (19/5/2021).

Sementara, saham pengelola Sentul City PT Sentul City Tbk (BKSL) dan duo saham Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), harus rela menempati posisi top losers setelah anjlok dalam.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles siang ini. IHSG longsor 1,06%, meninggalkan level psikologis 5.800 ke posisi 5.772,275 pada penutupan sesi I perdagangan, Rabu (19/5).


Menurut data BEI, ada 148 saham menguat, 311 saham turun dan 148 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,88 triliun dan volume perdagangan mencapai 148 miliar saham.

Investor asing pasar saham angkat kaki dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 155,58 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 8,56 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (19/5).

Top Gainers

  1. Digital Mediatama Maxima (DMMX), saham +15,89%, ke Rp 875, transaksi Rp 73,3 M

  2. Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF), +15,36%, ke Rp 1.915, transaksi Rp 56,6 M

  3. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), +10,10%, ke Rp 1.090, transaksi Rp 28,3 M

  4. Budi Starch & Sweetener (BUDI), +7,84%, ke Rp 220, transaksi Rp 20,0 M

  5. Kobexindo Tractors (KOBX), +7,74%, ke Rp 181, transaksi Rp 10,5 M

Top Losers

  1. Kapuas Prima Coal (ZINC), saham -6,71%, ke Rp 153, transaksi Rp 115,8 M

  2. DMS Propertindo (KOTA), -6,43%, ke Rp 262, transaksi Rp 216,1 M

  3. Sentul City (BKSL), -5,88%, ke Rp 80, transaksi Rp 74,3 M

  4. Lippo Karawaci (LPKR), -5,17%, ke Rp 165, transaksi Rp 15,3 M

  5. Matahari Putra Prima (MPPA), -4,27%, ke Rp 1.010, transaksi Rp 131,3 M.

Berdasarkan data di atas, saham DMMX berhasil memuncaki top gainers, dengan kenaikan 15,89% ke Rp 875/saham. Nilai transaksi DMMX sebesar Rp 73,3 miliar siang ini.

Saham DMMX berhasil kembali melonjak ke zona hijau sejak kemarin (18/5) setelah 3 hari perdagangan sebelumnya terpuruk di zona merah.

Dalam sepekan, saham ini sudah menguat 12,90%, sementara dalam sebulan melejit 56,25%.

Saham emiten yang masuk ke dalam indeks IDX TECHNO ini sempat dikaitkan dengan artis dan public figure ternama, Raffi Ahmad, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, DMMX tercatat bekerjasama dengan perusahaan milik Raffi Ahmad, artis yang biasa dijuluki dengan sang 'Sultan Andara', untuk membentuk perusahaan patungan.

DMMX menggandeng RANS Entertainment (RANS), talent agency milik Raffi Ahmad, untuk membangun platform pemasaran media sosial digital dan pendirian joint venture (JV), PT DMMX Rans Digital (DIGIRANS). Perusahaan ini akan mengelola platform tersebut. DMMX memiliki 33,33% saham senilai Rp 300 juta.

RANS Entertainment mengelola lebih dari 300.000 content creator dan influencer media sosial di Indonesia. Dalam kemitraan ini, DMMX, perusahaan infrastruktur pemasaran digital, menggandeng RANS sebagai creative content creator guna meningkatkan distribusi dan jangkauan konten yang diproduksi oleh talent RANS.

Di kutub yang berbeda, saham BKSL anjlok 5,88% ke Rp 80/saham dengan nilai transaksi Rp 74,3 miliar. Para pelaku pasar tampaknya melakukan aksi ambil untung (profit taking) di saham ini setelah kemarin melonjak 14,86%.

Setali tiga uang, saham MPPA juga terkena efek aksi profit taking para investor, dengan longsor 4,27% ke Rp 1.010/saham.

Pada 2 hari sebelumnya, saham MPPA berhasil melonjak secara beruntun sebesar 8,19% dan 14,05%.

Kendati melemah, dalam sepekan saham MPPA berhasil melonjak 28,66% dan dalam sebulan melesat 43,26%.

Kabar terbaru, sang induk usaha PT Multipolar Tbk (MLPL) baru saja mengonfirmasi masuknya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek ke saham salah satu anak usahanya, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Multipolar melepas saham sebanyak 11,9% ke tiga entitas perusahaan. Dari 11,9% saham MPPA yang dilepas itu, masing-masing dibeli Panbridge Invesment Ltd sebesar 3,33%, Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81%, dan PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76%.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/5/2021), manajemen MLPL menjelaskan PT Pradipa Darpa Bangsa adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis.

Sebanyak 99,996% saham Pradipa itu dipegang oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, pemilik Gojek, dan sebesar 0,004% dipegang oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay.

Senasib dengan saudara Lippo-nya, saham pengembang properti LPKR juga ambles 5,17% ke Rp 165/saham. Dengan ini saham LPKR sudah ambles selama 7 hari perdagangan beruntun, atau sejak 6 Mei lalu.

Dalam seminggu saham LPKR anjlok sedalam 20,67% dan ambles 16,24% dalam 30 hari perdagangan terakhir.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

SRIL-Matahari Nyungsep, eh Saham 'Milik' Raffi Ahmad Gainers!


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading