Batu Bara Waspada! Harga Kontrak di Zhengzhou Anjlok Lebih 3%

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 May 2021 12:40
eskcavator dan batu bara

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara acuan Ice Newcastle melesat ke atas US$ 100 per ton pada perdagangan Rabu (12/5/2021) kemarin dan mencapai level tertinggi lebih dari 2 tahun terakhir. Meski demikian harga batu bara terancam terkoreksi sebab harga kontrak di China sedang anjlok.

Melansir data Refinitiv, harga batu bara Ice Newcastle kontrak Agustus melesat 3% kemarin ke US$ 101,3/ton. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Januari 2019. Dalam 3 hari perdagangan di pekan ini, batu bara melesat 7,9%. Sementara dalam 2 pekan sebelumnya, harga batu bara naik 3,5% dan 6,1%.


Kenaikan tajam tersebut tentunya berisiko memicu aksi ambil untung (profit taking) dan membuat harganya melemah. Apalagi harga batu bara kontrak di Zhengzhou China pada Kamis pagi waktu setempat ambrol lebih dari 3%, berdasarkan laporan Refinitiv.

Harga batu bara memang terus menanjak dalam beberapa bulan terakhir, yang membuat Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia juga terus naik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan HBA bulan Mei sebesar US$ 89,74 per ton. Besaran ini meningkat US$ 3,06 per ton dari HBA April, yakni US$ 86,68 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Asia menjadi faktor utama atas kenaikan HBA di bulan Mei.

"Ekonomi Asia mulai membaik pada kuartal I 2021. Perubahan pergerakan ini masih didominasi dari (ekonomi) Tiongkok," kata Agung, seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (4/5/2021).

Agung menambahkan, permintaan konsumsi batu bara Tiongkok sepanjang periode tersebut mengalami lonjakan pesat. Hal ini tak sebanding dengan hasil produksi domestik yang terus menipis.

"Permintaan batu bara banyak datang guna memenuhi kebutuhan pembangkit Tiongkok," jelasnya.

China merupakan konsumen batu bara terbesar di dunia, konsumsi listrik yang diperkirakan naik hingga 7% tentunya akan mengerek naik harganya. Selain itu, pasokan batu bara dari dalam negeri China juga sedang menipis akibat adanya berbagai pembatasan aktivitas penambangan. Alhasil permintaan impor menjadi cukup tinggi, dan harga batu bara terus menanjak.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading