Keruk Cuan dari Saham Properti, Serentak Bergerak Hijau

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
07 May 2021 09:41
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten properti menguat di awal perdagangan hari ini, Jumat (7/5/2021). Saham-saham ini mengalami rebound setelah pada perdagangan Kamis (6/5) kemarin cenderung ditutup melemah.

Berikut gerak saham-saham emiten properti, pukul 9.17 WIB.

  1. Agung Podomoro Land (APLN), +2,61%, ke Rp 157, transaksi Rp 757 juta


  2. Summarecon Agung (SMRA), +1,08%, ke Rp 940, transaksi Rp 986 juta

  3. Pakuwon Jati (PWON), +0,99%, ke Rp 510, transaksi Rp 1 M

  4. Surya Semesta Internusa (SSIA), +0,88%, ke Rp 460, transaksi Rp 61 juta

  5. Intiland Development (DILD), +0,53%, ke Rp 188, transaksi Rp 6 juta

  6. Alam Sutera Realty (ASRI), +0,52%, ke Rp 195, transaksi Rp 346 juta

  7. Ciputra Development (CTRA), +0,44%, ke Rp 1.130, transaksi Rp 245 juta

  8. PP Properti (PPRO), 0,00%, ke Rp 81, transaksi Rp 430 juta

  9. Lippo Karawaci (LPKR), 0,00%, ke Rp 212, transaksi Rp 928 juta

  10. Bumi Serpong Damai (BSDE), -0,42%, ke Rp 1.195, transaksi Rp 708 juta

  11. Sentul City (BKSL), -1,37%, ke Rp 72, transaksi Rp 1 M

Menurut daftar di atas, dari 11 saham yang diamati, 7 di ataranya berhasil mencatatkan penguatan, sementara 2 saham masih stagnan dan 2 sisanya merosot

Adapun saham APLN mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni sebesar 2,61% ke Rp 157/saham.

Dalam sepekan saham APLN sudah naik 1,96%, sementara dalam sebulan terkoreksi 1,88%.

Mengenai kinerja fundamental, emiten yang didirikan oleh keluarga Haliman ini kembali membukukan kinerja yang kurang menggembirakan sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), APLN mencatatkan rugi bersih Rp 136,79 miliar per 31 Desember 2020 secara tahunan (year on year/yoy). Jumlah ini lebih dalam alias bengkak 1.479% ketimbang rugi bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,66 miliar.

Kendati kembali merugi, penjualan dan pendapatan usaha emiten yang melantai di bursa pada 2010 lalu ini naik 30,69% ke posisi Rp 4,96 triliun per akhir tahun lalu, dari Rp 3,79 triliun pada 2019

Di posisi kedua ada saham SMRA yang terapresiasi 1,08% ke Rp 940/saham. Saham SMRA berhasil kembali memantul ke atas setelah dalam tiga hari terbenam di zona merah.

Alhasil, dalam sepekan saham ini masih anjlok 3,09% dan dalam sebulan merosot 2,08%.

Sama seperti APLN, SMRA mengalami penurunan laba bersihsebesar 65% pada tahun 2020 menjadi Rp 179,83 miliar. Pada tahun sebelumnya, perseroan mencatatkan perolehan laba bersih Rp 514,98 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan SMRA, penurunan laba bersih ini imbas dari menurunnya penjualan bersih perseroan sebesar 15,34% menjadi Rp 5,02 triliun dari sebelumnya Rp 5,94 triliun.

Sementara, dua saham properti yang tidak ikut menguat ialah emiten Grup Sinarmas BSDE dan pengelola Sentul City BKSL.

Saham BSDE merosot 0,42% ke Rp 1.195/saham, sementara saham BKSL turun 1,37% ke Rp 72/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading