Terungkap! KFC Punya Piutang ke Bakrie, Jaminan Repo BRMS

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
04 May 2021 11:10
Demo Pekerja KFC di Gelael. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilik franchise KFC, PT Fas Food Indonesia Tbk (FAST) menyebutkan saat ini memiliki piutang senilai Rp 100 miliar di PT Bakrie Darma lndonesia (BDl). Piutang ini berkaitan dengan porsi setoran investasi perusahaan dengan jaminan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dari BDI.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan, disebutkan bahwa piutang ini telah dibayarkan Rp 25 miliar, sedangkan sisa Rp 75 miliar akan diselesaikan oleh BDI.

Piutang ini berawal dari rencana pengembangan properti yang dilakukan oleh BDI. Kemudian proyek tersebut ditawarkan kepada FAST untuk itu berpartusipasi melalui dana investasi.


"BDI perusahaan yang memiliki rencana proyek properti dan menawarkan pada Perseroan untuk turut berpartisipasi dalam proyek properti tersebut dengan memberikan dana kepada BDI untuk kepentingan modal atas rencana kegiatan usaha, pembangunan dan pembelian properti," jelas manajemen, dikutip Selasa (4/5/2021).

Nantinya sebagai pengembalian, FASt akan dapat menggunakan properti tersebut untuk pengembangan usaha perusahaan.

Perjanjian tersebut dibuat pada 18 September 2019 dan berakhir pada 29 Februari 2020, tapi proyek tersebut tak kunjung selesai hingga waktu yang ditentukan.

"Karena tidak terealisasinya proyek properti ini, pihak BDI telah mengembalikan sebagian dari dana yang diterima sebesar RP 5 miliar pada bulan Desember 2020. Sisa pengembalian sebesar Rp 75 miliar akan tetap diselesaikan oleh BDl," tulis manajemen.

Hingga saat ini perusahana masih mendapatkan jaminan dari BDI berupa gadai saham Bumi Resources Minerals tersebut.

Namun demikian, manajemen perusahaan menyebutkan tidak ada dampak signifikan kepada perusahaan atas adanya transaksi tersebut.

Selain itu, FAST juga tercatat memiliki piutang ke PT Brantwood lndonesia senilai Rp 30 miliar. 

Hingga 30 September 2020 disebutkan bahwa perusahaan memiliki nilai kas dan setara kas senilai Rp 547,19 miliar. Dana tersebut sebesar Rp 409,19 miliar atau 74,88% ditempatkan pada deposito berjangka.

Sedangkan sisanya berupa saldo kas senilai Rp 7,22 miliar atau 1.32% dan kas di bank senilai Rp 130,20 miliar atau 23,79%.

"Perseroan menempatkan sebagian besar dari dana kas dan setara kasnya dalam deposito berjangka pendek untuk mendapatkan manfaat bunga dengan tetap mendapatkan kemudahan pencairan uang tunai manakala Perseroan membutuhkan dana untuk operasional," kata manajemen.

Sebelumnya, perusahaan mengalami tekanan sepanjang tahun lalu akibat terjadinya pandemi Covid-19. Tekanan ini berdampak pada kinerja perusahaan dan tak terpenuhinya hak karyawan.

Berdasarkan laporan keuangan, pada periode Januari hingga kuartal III-2020 ini, emiten berkode saham FAST tersebut membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 298,34 miliar, berbanding terbalik dari September 2019 yang mencatat laba bersih sebesar Rp 175,70 miliar.

Kerugian tersebut dialami seiring dengan pendapatan FAST yang anjlok 28,47% secara tahunan menjadi hanya Rp 3,59 triliun dari September 2019 yakni sebesar Rp 5,01 triliun.

Pendapatan terbesar masih didominasi penjualan makanan dan minuman kepada pihak ketiga yang berkontribusi sebesar Rp 3,54 triliun, turun dari sebelumnya Rp 4,94 triliun, diikuti dengan penjualan konsinyasi CD sebesar Rp 41,50 miliar hingga akhir kuartal ketiga 2020 dari sebelumnya Rp 68,83 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tutup 33 Gerai KFC, FAST Rupanya Mau Bangun Gerai Taco Bell


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading